Rabu, 07 JANUARI 2026 • 11:23 WIB

Eropa Bersatu Menyokong Denmark Melawan Usaha Pencaplokan Greenland oleh AS

Author

Eropa Bersatu Menyokong Denmark Melawan Usaha Pencaplokan Greenland oleh AS

Para pemimpin Eropa bersatu untuk mendukung Denmark menghadapi upaya pencaplokan Greenland oleh Presiden AS, Donald Trump.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Pernyataan bersama ini menjadi penting untuk menegaskan kedaulatan territorial di pentas internasional.

Pernyataan Bersama Pemimpin Eropa

Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan pemimpin lainnya, mereka menolak rencana Donald Trump.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa keamanan Arktik adalah prioritas utama bagi Eropa dan krusial untuk keamanan internasional.

"Keamanan Arktik tetap menjadi prioritas utama bagi Eropa dan sangat penting bagi keamanan internasional dan transatlantik," ungkap mereka, sebagaimana dilaporkan oleh AFP pada Selasa (6/1/2026).

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Kedaulatan dan Integritas Teritorial

Para pemimpin Eropa menyatakan bahwa Denmark dan Greenland adalah bagian integral dari NATO, yang harus dihormati oleh semua negara, termasuk Amerika Serikat.

"Oleh karena itu, keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama dengan sekutu NATO termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, integritas teritorial, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan," tambah mereka.

Mereka juga menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya sendiri dan tidak ada pihak luar yang memiliki hak untuk menguasai.

Reaksi Denmark dan Kekhawatiran Global

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengeluarkan pernyataan tegas mengenai potensi pencaplokan oleh AS, yang dapat memiliki dampak negatif bagi aliansi militer NATO.

"Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir," tegas Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark, TV2, pada hari Senin (5/1) waktu setempat.

Kecaman tersebut mencerminkan ketidakpastian dalam hubungan internasional, terutama setelah operasi militer AS di Venezuela.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU