Di Indonesia, banyak individu yang mengaku dapat berkomunikasi dengan arwah dan makhluk halus. Fenomena ini menarik perhatian masyarakat yang beragam dalam pandangan terhadap kepercayaan tersebut.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Sebagian percaya bahwa itu adalah kemampuan spiritual, sementara lainnya menganggapnya sebagai ilusi atau trik. Artikel ini menjelajahi lebih dalam tentang fenomena yang kerap memicu diskusi di kalangan masyarakat.
Aspek Spiritual dan Budaya
Kepercayaan terhadap dunia arwah kental dalam budaya dan tradisi Indonesia. Banyak orang meyakini bahwa arwah berkomunikasi dengan orang hidup melalui medium tertentu.
Denny Darko, seorang paranormal terkenal, pernah menyatakan, "Setiap orang memiliki kemampuan untuk merasakan energi yang berbeda, termasuk arwah." Ini menunjukkan bahwa tingkat kepekaan terhadap makhluk halus berbeda-beda di setiap individu.
Budaya lokal seperti tradisi ruwah di Jawa mencerminkan perhatian masyarakat terhadap roh nenek moyang sebagai bagian integral dari identitas dan kekerabatan, semakin memperkuat keyakinan akan interaksi dengan dunia lain.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Psikologi di Balik Keyakinan
Pandangan psikolog menyebutkan bahwa klaim berkomunikasi dengan arwah sering kali terkait dengan kebutuhan emosional. Saat kehilangan orang terkasih, individu cenderung mencari cara untuk tetap terhubung dengan mereka yang telah meninggal.
Penelitian dalam Journal of Psychical Research menunjukkan bahwa pengalaman spiritual setelah kehilangan sering diinterpretasikan sebagai komunikasi dari arwah.
Mekanisme ini berfungsi sebagai cara untuk mengatasi rasa duka dan kehilangan yang mendalam, membantu individu untuk merasa lebih tenang.
Kritik dan Skeptisisme
Tidak semua orang setuju dengan pandangan bahwa komunikasi dengan arwah adalah nyata. Skeptis berpendapat bahwa klaim ini lebih berkaitan dengan penipuan atau efek sugesti.
Paranormal atau dukun sering menggunakan teknik sugesti untuk meyakinkan orang bahwa mereka berinteraksi dengan arwah. Psikolog menilainya sebagai efek placebo, di mana keyakinan individu memberikan penghiburan meski tidak ada komunikasi yang terjadi.
Seorang pengamat paranormal dalam seminar di Universitas Gadjah Mada mengungkapkan, "Banyak orang yang mau percaya karena mereka membutuhkan jawaban atas kehilangan mereka, bukan karena benar-benar ada komunikasi dengan arwah."
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: