Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga 6 Januari 2026, telah merenggut nyawa 1.178 jiwa.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Angka tersebut terus berubah, dengan 148 orang masih dinyatakan hilang, dan provinsi Aceh menjadi yang paling terdampak.
Rincian Korban dan Lokasi Bencana
Dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal telah bertambah satu jiwa dari Tapanuli Tengah. "Ini masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah korban meninggal dunia 1 jiwa. Sehingga total korban per hari ini 1.178 jiwa," ungkapnya.
Dari 1.178 korban ini, Aceh tercatat sebagai provinsi dengan angka tertinggi, yakni 543 jiwa, sedangkan jumlah orang hilang terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan 74 orang. Abdul Muhari menambahkan, "Untuk korban hilang ini tidak bertambah."
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Operasi Pencarian dan Pertolongan
Abdul Muhari menjelaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan masih gencar dilakukan. "Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai tanggap darurat provinsi dievaluasi di tanggal 8 Januari," jelasnya.
BNPB sangat berharap agar upaya tersebut membuahkan hasil dan bisa segera menemukan korban yang masih hilang. Selain itu, BNPB juga melakukan pemantauan kondisi di lapangan untuk menjaga keselamatan para pengungsi.
Jumlah Pengungsi dan Dampaknya
Lebih dari 240 ribu jiwa telah menjadi pengungsi akibat bencana ini, dengan total yang tercatat mencapai 242.174 orang. "Rinciannya, paling banyak pengungsi terdapat di Aceh sejumlah 217 ribu jiwa," kata Abdul Muhari.
Beberapa daerah di Aceh melaporkan jumlah pengungsi terbanyak, antara lain Aceh Tamiang dengan 74 ribu jiwa, Aceh Utara 67 ribu, dan Gayo Lues 19 ribu. BNPB berkomitmen untuk mendistribusikan bantuan dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi di tengah situasi yang sangat sulit.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: