Program Makan Bergizi yang digagas pemerintah telah sukses menjangkau 55 juta penerima manfaat selama satu tahun. Pencapaian ini diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara perayaan Natal Nasional di Jakarta.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Prabowo membandingkan pencapaian ini dengan program serupa di Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta orang. Ia menegaskan, jumlah itu setara dengan memberi makan delapan kali populasi Singapura.
Perayaan Natal dan Pencapaian Program
Dalam perayaan Natal Nasional 2025 yang berlangsung di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi telah memberikan manfaat untuk 55 juta orang di Indonesia. Program ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah gizi yang sering dihadapi oleh anak-anak.
Prabowo menegaskan, 'Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat (MBG) di Indonesia,' yang menjadi bukti nyata dari keberhasilan program dalam waktu setahun ini. Ia juga menyoroti bahwa Brasil harus menghabiskan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat dari program yang sama.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Perbandingan Efektivitas dengan Program di Brasil
Diskusi Prabowo dengan Presiden Brasil, Lula da Silva, mengemukakan fakta bahwa Brasil membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk mencapai hasil yang lebih sedikit. 'Presiden Brasil sampaikan ke saya, mereka capai 40 juta (penerima manfaat) dalam 11 tahun. Kita 55 juta dalam satu tahun,' ungkap Prabowo.
Kesuksesan program MBG di Indonesia, yang dimulai sejak 6 Januari 2024, menunjukkan efektivitas dalam menangani masalah gizi yang mendesak. Ini adalah langkah cepat yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara keseluruhan.
Dukungan dan Penerimaan Masyarakat
Menurut Prabowo, program ini mendapatkan banyak dukungan dari para ahli gizi, termasuk dari luar negeri. Beberapa ahli dari Amerika Serikat bahkan menyebut program ini sebagai 'investasi terbaik pemerintah Indonesia.'
Prabowo juga mengisyaratkan komitmennya untuk memastikan program MBG diterapkan secara merata di seluruh wilayah, terlepas dari hasil pemilihan. 'Apakah saya larang MBG sampai ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak,' tegasnya, menunjukkan bahwa keberhasilan program ini tidak tergantung pada latar belakang politik.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: