Selasa, 06 JANUARI 2026 • 10:50 WIB

Nadiem Makarim: Kenangan dan Komitmen di Tengah Proses Hukum

Author

Nadiem Makarim: Kenangan dan Komitmen di Tengah Proses Hukum

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusan untuk menerima jabatan menteri meskipun tengah menghadapi kasus hukum terkait dugaan korupsi.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Nadiem membuka perasaannya dan menyatakan tetap mencintai negara serta berkomitmen pada tanggung jawab yang diemban.

Pernyataan Nadiem di Pengadilan

Dalam nota keberatannya, Nadiem mengungkapkan rasa bangganya meskipun terlibat dalam proses hukum. "Saya masih bangga bisa dipercayakan dengan amanah yang berat tapi mulia. Saya mencintai negara saya, dan bencana ini tidak akan mengubah kesetiaan saya kepada negara," tegasnya.

Nadiem juga menegaskan komitmennya untuk tetap berbakti kepada Indonesia dalam situasi sulit ini. Pengalaman menjalani proses hukum tersebut diungkapkannya sebagai tantangan yang harus dihadapi para profesional di negara ini yang kerap dituduh melakukan korupsi.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Tuduhan Korupsi dan Kerugian Negara

Nadiem didakwa melakukan tindakan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,1 triliun terkait pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kementerian Pendidikan pada 2020-2022. Kelebihan harga Chromebook dan pengadaan CDM yang dianggap tidak perlu menjadi sorotan dalam kasus ini.

Jaksa menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan Nadiem melanggar Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, dengan 25 pihak lainnya turut diuntungkan dalam kasus ini. Nadiem sendiri diduga memperoleh keuntungan pribadi sekitar Rp809 miliar.

Pentingnya Keberanian dalam Mengabdi

Nadiem berharap agar kriminalisasi kebijakan di Indonesia dapat dihentikan. Ia menilai langkah ini penting untuk menjaga martabat upaya anti-korupsi di negara ini.

"Saya di sini untuk membela kebenaran agar yang terjadi dengan saya tidak terulang lagi," ujar Nadiem, sambil menekankan pentingnya memfasilitasi generasi muda agar tetap berkontribusi demi negara.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU