Senin, 05 JANUARI 2026 • 17:50 WIB

Tantangan Autentisitas Matcha Jepang di Tengah Gempuran Produk Tiruan

Author

Tantangan Autentisitas Matcha Jepang di Tengah Gempuran Produk Tiruan

Budaya matcha di Jepang yang telah tumbuh selama lebih dari 400 tahun kini terancam oleh kehadiran produk tiruan dari China. Munculnya produk ini menyebabkan berbagai kekhawatiran di kalangan produsen matcha otentik mengenai kualitas dan keaslian produk yang ada di pasaran.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Matsatsugu Nonomura dari Marukyu Koyamaen menyoroti bahwa kualitas produk tiruan tidak sebanding dengan matcha asli dari Jepang. Peningkatan popularitas matcha latte tidak serta merta diiringi dengan peningkatan kualitas di pasar.

Popularitas Matcha dan Tantangan Pasokan

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas matcha latte melonjak drastis. Perpaduan antara penampilan menarik dan manfaat kesehatan yang dipercaya menjadi daya tarik bagi banyak orang.

Namun, peningkatan permintaan ini membuat para petani di Jepang kesulitan memenuhi kebutuhan pasar. Tanaman teh hijau memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, ditambah proses produksinya yang rumit membuat pasokan matcha otentik semakin menipis.

Nonomura menegaskan, “Matcha kami, Isuzu, memiliki warna yang sangat indah dan aroma yang benar-benar luar biasa.” Pernyataannya menggambarkan adanya perbedaan mendasar antara produk asli dan yang tiruan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Kekhawatiran Kualitas Matcha

Produsen matcha di Jepang sangat khawatir terhadap produk berkualitas rendah yang berasal dari China. Banyak dari produk ini seringkali dilabeli sebagai matcha Jepang, sehingga dapat membingungkan konsumen.

“Mereka bekerja tanpa lelah untuk menyediakan produk premium bagi konsumen,” ujar Nonomura, mengungkapkan keprihatinan seluruh industri terkait dampak dari pemalsuan tersebut.

Kementerian Pertanian Jepang juga mencoba memperkuat langkah-langkah pendaftaran merek di luar negeri untuk menjamin keaslian matcha dari Jepang.

Regulasi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Palsu

Di tengah masalah ini, kementerian mengingatkan bahwa istilah 'matcha' tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang di Jepang. Namun, nama seperti 'Uji matcha' dapat diakui dan dilindungi.

Untuk melindungi pasar, kementerian berupaya menanggulangi produk palsu dengan meloby pihak berwenang di berbagai negara, termasuk China.

Nonomura menegaskan bahwa penting bagi produsen di China untuk menerapkan transparansi dalam branding mereka, jika ingin bersaing secara jujur di pasar.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU