Presiden AS Donald Trump meyakini bahwa penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak akan mempengaruhi hubungan antara AS dan China.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Pernyataan ini muncul setelah Maduro ditangkap pada 3 Januari 2026, yang dapat berpotensi merubah dinamika politik dan perdagangan kedua negara.
Kepastian Trump Tentang Hubungan Strategis
Dalam keterangannya, Trump mengungkapkan bahwa ia memiliki hubungan yang baik dengan Presiden China, Xi Jinping. "Saya memiliki hubungan yang baik (dengan Xi Jinping)," ungkap Trump pada 4 Januari 2026, seperti dikutip CNN.
Trump juga membahas kekuatan yang dimiliki kedua negara dalam konteks tarif dan perdagangan. "Kami memiliki kekuatan atas tarif, dan ia memiliki kekuatan lain terhadap kami," ujarnya, menyoroti kompleksitas hubungan dagang di antara mereka.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Tanggapan Resmi Beijing
Menghadapi situasi penangkapan Maduro, pemerintah China segera bereaksi dengan meminta AS untuk membebaskan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kini ditahan oleh pihak AS. Keterkejutannya terhadap insiden ini langsung disampaikan melalui pernyataan resmi pemerintah.
Beijing juga mengkritik penggunaan kekerasan yang dinilai sebagai tindakan terhadap negara berdaulat. Mereka menyatakan bahwa perilaku tersebut merupakan pelanggaran prinsip-prinsip internasional yang harus dijunjung tinggi.
Peran Venezuela dalam Hubungan Cina
Venezuela selama ini dikenal memiliki hubungan erat dengan China, terkhusus dalam sektor energi. China merupakan pembeli utama minyak dari Venezuela, terutama di tengah tekanan sanksi dari negara-negara Barat.
Dengan penangkapan Maduro, diskusi ini pun semakin menarik perhatian di dalam China, mengingat pentingnya Venezuela sebagai mitra dagang strategis bagi mereka.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: