Musisi dan dokter bedah plastik, Tompi, memberikan kritik pedas terhadap materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyentuh kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menekankan bahwa menertawakan sebuah kondisi medis seperti ptosis adalah hal yang tidak pantas.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Kritik ini disampaikan melalui akun Instagramnya, mengisyaratkan bahwa guyonan yang dilontarkan Pandji memperlihatkan kurangnya empati terhadap isu kesehatan yang serius.
Tompi: Ptosis Bukan Bahan Lelucon
Dalam unggahan di Instagram, Tompi menjelaskan tentang kondisi mata yang tampak lelah atau sayu, yang dalam istilah medis dikenal sebagai ptosis. Ia menegaskan, 'Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata… bukan bahan lelucon.'
Tompi juga menyatakan bahwa merendahkan kondisi fisik seseorang adalah tindakan yang tidak layak, mendorong masyarakat untuk lebih fokus pada kritik yang membangun. 'Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,' tambahnya.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Apa itu Ptosis dalam Dunia Medis?
Ptosis merupakan kondisi di mana kelopak mata atas tidak dapat terangkat secara normal, dan ini bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat dengan jelas. Sesuai dengan data dari Cleveland Clinic, 'ptosis dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa dan tidak selalu berkaitan dengan rasa lelah atau mengantuk.'
Dokter spesialis bedah plastik okulo-fasial, dr. Philip Rizzuto, juga menyatakan bahwa ptosis pada anak-anak dapat mengganggu perkembangan penglihatan, menjelaskan, 'Seorang anak tidak akan mengembangkan penglihatan normal jika kelopak matanya menghalangi mata.'
Dampak dan Penanganan Ptosis
Kondisi ptosis tidak hanya membawa dampak pada penampilan seseorang tetapi juga dapat menimbulkan komplikasi penglihatan lainnya seperti kelelahan mata dan penglihatan ganda. Penderita mungkin merasa nyeri akibat upaya otot wajah untuk mengkompensasi kelopak mata yang terkulai.
Penanganan untuk ptosis dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya, dengan kemungkinan terapi untuk kondisi yang mendasarinya atau pembedahan untuk memperbaiki otot kelopak mata. American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa menjaga martabat manusia harus menjadi fokus dalam setiap diskusi terkait isu kesehatan.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: