Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 14:22 WIB

Tragedi Keluarga di Tanjung Priok: Tiga Jasad Dimakamkan di TPU Rorotan

Author

Tragedi Keluarga di Tanjung Priok: Tiga Jasad Dimakamkan di TPU Rorotan

Tiga anggota keluarga ditemukan meninggal di rumah mereka di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan akan dimakamkan hari ini di Tempat Pemakaman Umum Rorotan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Proses pemakaman ini dimulai di Masjid Jami Arruhama sebelum dilanjutkan ke lokasi pemakaman, seperti yang diungkapkan oleh Husni, kakak dari salah satu korban.

Informasi Awal Tentang Penemuan Jasad

Penemuan jasad ini terjadi sekitar empat bulan lalu ketika salah satu anak korban pulang dari bekerja dan menemukan kondisi keluarganya yang tidak biasa.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso, menyebutkan bahwa, 'Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi... ya tiduran tapi mengeluarkan busa.'

Setelah menemukan jasad tersebut, anak korban segera meminta bantuan warga sekitar untuk memberikan pertolongan yang diperlukan.

Keberadaan jasad di lokasi menarik perhatian masyarakat dan aparat keamanan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Proses Autopsi dan Hasil Sementara

Menurut Brigjen Prima Heru, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, proses autopsi ketiga jasad telah selesai dan jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Namun, Brigjen Prima juga menegaskan bahwa mereka masih menunggu hasil toksikologi untuk mengetahui penyebab pasti kematian para korban.

Informasi ini penting untuk memahami kondisi tragis yang menimpa keluarga tersebut secara lebih mendalam.

Dengan hasil toksikologi yang belum diumumkan, masyarakat masih bertanya-tanya mengenai penyebab kematian yang menjadi misteri.

Dugaan Keracunan dan Komentar Warga Setempat

Warga sekitar mengungkapkan kekhawatiran mengenai dugaan keracunan yang dialami oleh para korban, berdasarkan informasi dari ketua RT setempat.

Zen, anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Warakas, menyatakan bahwa, 'Pak RT teriak ada keracunan, minta tolong panggil ambulans.'

Zen menambahkan bahwa ibu yang meninggal adalah seorang single parent yang tinggal bersama dengan dua anaknya, satu putri dan satu anak bungsu.

Tragedi ini sangat menyentuh hati masyarakat setempat dan memicu keinginan untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU