Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 12:08 WIB

Kekacauan Antrean Tiket di Planetarium yang Mengecewakan Pengunjung

Author

Kekacauan Antrean Tiket di Planetarium yang Mengecewakan Pengunjung

Pengunjung Planetarium Taman Ismail Marzuki di Jakarta merasakan kekecewaan akibat sistem antrean yang kacau saat pembelian tiket. Banyak yang harus menunggu tanpa kepastian bisa menyaksikan pertunjukan meskipun datang sejak pagi.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Pihak pengelola mengakui lonjakan pengunjung melebihi kapasitas yang tersedia, meski telah berupaya mengatasi praktik calo tiket dengan berbagai peraturan.

Kekecewaan Pengunjung atas Ketidakpastian Tiket

Awal tahun 2026 di Planetarium Jakarta diwarnai harapan baru, namun nyatanya banyak pengunjung yang mengantre dari pagi mendapati antrean panjang dan ketidakpastian mendapatkan tiket. "Udah ngantri tapi nggak adil karena antreannya udah nggak bener. Dari awal, manajemennya udah nggak jelas," ungkap Tyas, salah satu pengunjung.

Tidak hanya Tyas yang merasakan, pengunjung lain bernama Solikhin juga mengungkapkan kegundahannya. Setelah menyela antrean untuk shalat Jumat, ia kembali mendapati antrean semakin kacau dan berkata, "Kita tuh dari di sana tadi pagi di ujung sana, sampai ke sini kirain malah rapi, malah tambah chaos."

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Masalah Praktik Calo dan Antrean yang Tidak Tertib

Tyas melanjutkan keluhannya mengenai pengunjung yang menyelak antrean serta dugaan pemalsuan nomor antrean. "Harusnya sesuai SOP-nya kan 1 tiket 1 identitas kan. Harusnya nggak boleh nitip-nitip kaya begitu dong," tegasnya.

Kekacauan ini mengakibatkan proses pembelian tiket semakin tidak terorganisir. Solikhin menambahkan bahwa semua tiket untuk pertunjukan selanjutnya sudah habis hingga tanggal 18 Januari, membuat situasi semakin sulit bagi pengunjung.

Pengelola Berusaha Menjawab Keluhan Pengunjung

Menanggapi permasalahan ini, Anya A. Christiana, Kepala SBU Taman Ismail Marzuki, menyatakan bahwa kapasitas waktu ini tidak dapat diperluas. "Sebetulnya kapasitas sudah maksimum, tidak mungkin ada penambahan kursi," jelasnya.

Anya menjelaskan bahwa jumlah tiket OTS dibatasi untuk menghindari pencaloan, dengan hanya 90 tiket tersedia untuk dibeli langsung. "Sebenarnya tiket on the spot ini kami buka 1 jam sebelumnya," ujarnya.

Ia juga menyarankan agar pengunjung melakukan pembelian tiket secara online untuk pengalaman yang lebih lancar. "Kami paham semuanya pengen datang, pengen lihat," tambahnya sambil meminta agar masyarakat bersabar.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU