Seorang wanita berusia 52 tahun terpaksa dirawat di rumah sakit selama lima hari akibat terinfeksi virus influenza strain baru yang dikenal dengan sebutan 'super flu'. Meskipun telah mendapatkan vaksin, gejala yang dialaminya cukup parah dan mengejutkan pihak medis.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Kondisi ini terjadi di saat lonjakan kasus flu di Inggris, di mana virus H3N2 mengalami mutasi yang membuatnya lebih berbahaya dan sulit dihadapi, terutama bagi pasien yang memiliki masalah pernapasan.
Gejala Awal dan Rujukan ke Rumah Sakit
Michaela Knapp, bersama putranya yang berusia 17 tahun, awalnya berpikir bahwa sakit tenggorokan mereka adalah gejala COVID-19. Akan tetapi, gejala tersebut justru semakin memburuk, dimulai pada hari Kamis dan berpuncak pada nyeri punggung parah pada Minggu malam.
“Awalnya hanya sakit tenggorokan pada Kamis. Tapi pada Minggu malam, punggung bawah saya mulai terasa sangat tidak nyaman,” ujar Michaela. Ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi layanan darurat ketika suhu tubuhnya mencapai 39,6 derajat Celsius dan kesulitan bernapas.
Setelah ambulans tiba, Michaela dilarikan ke Northern General Hospital di Sheffield. Ia menggambarkan keadaannya sebagai, “Saya benar-benar terkejut, takut, dan sangat kesakitan.”
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Proses Perawatan di Rumah Sakit
Di rumah sakit, Michaela menghadapi antrian panjang di ruang UGD yang penuh sesak. Waktu tunggu selama 12 jam di UGD sangat melelahkan, dan rasa sakit yang dirasakannya semakin menambah kesulitan.
Setelah menunggu, Michaela akhirnya dirawat di ruang inap dan diberikan morfin cair untuk mengurangi rasa nyerinya. Setelah lima hari dirawat intensif, ia akhirnya diizinkan pulang, meski masih merasa lemas.
“Saya sudah divaksin flu, tapi rupanya ada strain baru. Virus ini memicu serangan asma berat, itu sebabnya saya sulit bernapas dan mengalami nyeri hebat,” tambah Michaela, yang mengungkapkan kelegaan bisa pulang meski harus menghadapi kelelahan pasca-perawatan.
Tanggapan Pihak Kesehatan terhadap Lonjakan Kasus
Kasus 'super flu' di Inggris menyebabkan lonjakan signifikan dalam permintaan layanan darurat. Pihak Sheffield Teaching Hospitals NHS Foundation Trust melaporkan bahwa hingga saat ini, terdapat 89 pasien dengan diagnosis flu terkonfirmasi dan lebih banyak pasien dengan gangguan pernapasan lainnya.
Kepala Operasional Michael Harper menekankan pentingnya masyarakat untuk menggunakan layanan darurat hanya dalam keadaan mendesak. “Kami berupaya menambah kapasitas tempat tidur jika memungkinkan. Tim kami bekerja sangat keras di rumah sakit dan layanan komunitas,” ujarnya.
Harper juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. “Kami kembali mengingatkan masyarakat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin flu demi perlindungan terbaik,” tutupnya.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: