Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 19:57 WIB

Mengapa Otot Terasa Lemah Meski Pemulihan Sudah Selesai?

Author

Mengapa Otot Terasa Lemah Meski Pemulihan Sudah Selesai?

Usai cedera, banyak orang merasa otot mereka masih lemah meski sudah menjalani proses pemulihan. Hal ini sering menjadi pertanyaan, terutama bagi mereka yang ingin kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Ketidakpuasan ini tidak hanya mengganggu keseharian, tetapi juga mengurangi kepercayaan diri, terutama saat ingin kembali berolahraga.

Dampak Cedera pada Otot

Cedera pada otot biasanya memengaruhi kesehatan jaringan otot secara keseluruhan. Selama penyembuhan, otot bisa mengalami atrofi, yaitu penyusutan volume karena tidak digunakan.

Muscle atrophy merupakan kondisi di mana otot mengalami penurunan ukuran akibat tak aktifnya otot karena rasa sakit. Ini sering terjadi di fase pemulihan pasca-cedera.

Berdasarkan penelitian, otot yang dibiarkan tidak digunakan untuk waktu tertentu, bahkan hanya beberapa minggu, dapat kehilangan kekuatan hingga 10-15%. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Proses Pemulihan dan Aktivitas Fisik

Pemulihan setelah cedera melibatkan lebih dari sekadar waktu; jenis aktivitas fisik yang dilakukan sangat penting. Olahraga ringan dan program rehabilitasi dapat mempercepat proses penyembuhan.

Namun, ketakutan untuk kembali aktif sering dialami oleh banyak orang yang khawatir mengalami cedera kembali. Keraguan ini dapat berkontribusi lebih lanjut terhadap kelemahan otot.

Dokter dan fisioterapis biasanya merekomendasikan program rehabilitasi yang terstruktur dan bertahap, sehingga pasien bisa perlahan-lahan mengembalikan kekuatan tanpa risiko cedera ulang.

Psikologi dan Motivasi dalam Pemulihan

Aspek psikologis juga memainkan peranan yang signifikan dalam proses pemulihan. Ketakutan dan stigma tentang cedera bisa menghalangi individu berpartisipasi dalam aktivitas fisik.

Bahkan setelah fisik kembali normal, rasa takut akan cedera ulang dapat menghambat proses pengembalian kekuatan otot. Mengatasi perasaan ini dengan pendekatan yang positif sangat penting.

Dukungan dari teman, keluarga, atau profesional olahraga dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk kembali beraktivitas dengan rasa percaya diri yang lebih tinggi.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU