Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 13:47 WIB

Waspadai Penipuan QRIS yang Bikin Rekening Kosong

Author

Waspadai Penipuan QRIS yang Bikin Rekening Kosong

Penipuan menggunakan kode QR palsu semakin marak terjadi, membuat banyak orang kehilangan uang mereka dalam sekejap. Modus ini semakin canggih dan membuat korban sulit membedakan mana yang asli dan mana yang penipuan.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Pihak berwenang kini sangat serius menangani isu ini, terutama Bank Indonesia yang menekankan pentingnya keamanan dalam transaksi QRIS. Para pengguna diimbau untuk lebih teliti agar tidak terjebak dalam penipuan yang merugikan.

Perkembangan Modus Penipuan QRIS

Belakangan ini, modus penipuan keuangan semakin berkembang seiring dengan pesatnya teknologi. Salah satu cara yang kini banyak digunakan adalah dengan memalsukan kode QR, yang dibuat semirip mungkin dengan kode yang resmi.

Penerapan teknologi yang lebih canggih oleh penipu membuat mereka mampu menciptakan kode QR palsu yang terlihat sah, sehingga tidak sedikit pengguna yang terpedaya. Ketika nasabah melakukan pembayaran, mereka tanpa sadar akan mentransfer uang ke rekening penipu.

Hal ini mengakibatkan dampak signifikan bagi korban, yang sering kali tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan transaksi dengan penipu sampai uang mereka menghilang dari rekening.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Respon dari Bank Indonesia

Bank Indonesia sangat menganggap serius meningkatnya modus penipuan ini. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa QRIS dibangun dengan standar keamanan nasional dan mengacu pada praktik terbaik global.

"QRIS keamanannya itu tanggung jawab bersama," ujar Filianingsih. Ia menjelaskan bahwa Bank Indonesia bersama ASPI dan pelaku industri Jasa Penilai terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan transaksi QRIS.

Filianingsih juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pedagang dan pembeli untuk menjaga keamanan transaksi QRIS agar terus terjamin.

Kesadaran Pengguna dalam Transaksi

Tanggung jawab dalam pencegahan penipuan tidak hanya ada di pihak pedagang, tetapi juga pembeli. Filianingsih mengingatkan pengguna untuk selalu memastikan kesesuaian nama QRIS dengan identitas merchant yang sah.

"Namanya benar, jangan misalnya yayasan apa, tetapi namanya toko onderdil. Tidak pas," tegasnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya ketelitian individu dalam setiap transaksi.

Bank Indonesia bersama ASPI berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap pelaku industri QRIS, demi perlindungan konsumen dan keamanan transaksi.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU