Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 11:55 WIB

Putin Tegaskan Takkan Memaafkan Serangan Drone di Kediamannya

Author

Putin Tegaskan Takkan Memaafkan Serangan Drone di Kediamannya

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa serangan drone yang diluncurkan oleh Ukraina terhadap kediamannya di Novgorod akan berujung pada respons tegas dari Rusia. Peringatan tersebut diajukan dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump, di mana isu terbaru mengenai konflik di Ukraina menjadi topik utama.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Serangan ini terjadi tidak lama setelah pertemuan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Florida, di mana Rusia mengklaim telah mengalami serangan dengan penggunaan sebanyak 91 drone. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menekankan bahwa insiden ini akan memaksa Rusia untuk meninjau strategi perundingan perdamaian dengan Ukraina.

Serangan Drone dan Tanggapan Rusia

Serangan drone yang diluncurkan oleh Ukraina menunjukkan eskalasi ketegangan dalam konflik yang berkepanjangan. Lavrov menyebutkan bahwa 91 drone digunakan dalam serangan tersebut, sebuah angka yang cukup signifikan dan menunjukkan skala operasi.

Rusia, melalui berbagai pihak, menegaskan bahwa insiden ini akan memicu perubahan dalam strategi mereka di meja perundingan. Meski demikian, Rusia menegaskan bahwa mereka tidak berniat untuk menarik diri dari dialog dengan Amerika Serikat.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Percakapan antara Putin dan Trump

Dalam percakapan tersebut, Putin menunjukkan ketidakpuasannya terhadap serangan yang diarahkan ke kediamannya. Ajudan Putin, Yuri Ushakov, mengungkapkan bahwa 'Trump tampak terkejut dan sangat marah atas insiden ini,' menyoroti reaksi segera yang muncul setelah laporan serangan.

Dialog antara Putin dan Trump dianggap penting untuk menemukan solusi konstruktif di tengah situasi yang semakin menegangkan. Ushakov menyatakan bahwa kendati ketegangan melanda, mereka tetap berminat untuk melanjutkan komunikasi.

Reaksi Ukraina dan Dampaknya

Presiden Zelenskyy merespons dengan tegas, menilai pernyataan Lavrov sebagai upaya untuk merusak hubungan diplomasi dengan Amerika Serikat. Ia menuduh bahwa tuduhan yang dilontarkan oleh Rusia sama sekali tidak berdasar dan hanya menjadi justifikasi untuk serangan lebih lanjut.

Zelenskyy juga menekankan pentingnya mengakhiri perang, dengan menyoroti bahwa Rusia tidak menginginkan perdamaian dan justru semakin memperburuk situasi. Ia berharap dialog yang konstruktif bisa terjadi untuk menghentikan konflik yang berkepanjangan.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU