Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 09:47 WIB

BMKG Ungkap Fenomena Puting Beliung di Bogor yang Menghancurkan Rumah Warga

Author

BMKG Ungkap Fenomena Puting Beliung di Bogor yang Menghancurkan Rumah Warga

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengungkapkan fenomena puting beliung yang terjadi di Kemang, Bogor, yang menyebabkan puing-puing pesawat bekas terlempar hingga mengenai rumah warga.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Kejadian yang menimpa wilayah Desa Pondok Udik ini diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang meningkatkan risiko terjadinya puting beliung.

Penyebab Puting Beliung Menurut BMKG

Kepala Bidang Peringatan Dini BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa fenomena puting beliung ini merupakan angin berputar dengan kecepatan tinggi yang muncul dari awan cumulonimbus, khususnya saat cuaca ekstrem lokal terjadi.

"Faktor utama, puting beliung adalah fenomena angin berputar dengan kecepatan tinggi, biasanya muncul dari awan cumulonimbus saat cuaca ekstrem lokal," ungkapnya dalam konferensi pers pada 30 Desember 2025.

Guswanto menambahkan bahwa perbedaan suhu dan kelembapan memainkan peran penting dalam menciptakan ketidakstabilan atmosfer yang dapat memicu terjadinya puting beliung dengan kecepatan lebih dari 34,8 knot.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Dampak Puting Beliung di Desa Pondok Udik

Peristiwa puting beliung yang terjadi di Desa Pondok Udik telah menyebabkan puing dari pesawat bekas terlempar dan merusak rumah-rumah warga di sekitarnya.

"Pada hari ini, Senin tanggal 29 Desember, telah terjadi musibah yang diakibatkan dari adanya puting beliung. Dampaknya adalah salah satunya dari bangkai pesawat, yang kurang lebih 300 meter ini terbang, menimpa rumah-rumah warga kami," kata M Sutisna, Kepala Desa Pondok Udik.

Sutisna juga menyatakan bahwa potongan sayap pesawat yang berada di lokasi penyimpanan terbang akibat angin kencang ini, menyebabkan kerusakan yang signifikan pada struktur bangunan di sekitarnya.

Peringatan dan Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Guswanto mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat terjadi cuaca ekstrem, karena puting beliung bisa muncul secara tiba-tiba dengan dampak yang sangat merusak.

"Puting beliung bukan sekadar 'angin kencang biasa', melainkan hasil interaksi kompleks antara awan CB (cumulonimbus), suhu, kelembapan, dan angin. Fenomena ini sering muncul mendadak, singkat, tapi bisa sangat merusak," tambahnya.

BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang rapuh selama kondisi cuaca ekstrem, serta selalu memerhatikan peringatan dini dari BMKG.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU