Senin, 29 DESEMBER 2025 • 19:37 WIB

Peran Terdakwa dalam Kasus Penghasutan Demonstrasi Diperjelas Di Pengadilan

Author

Peran Terdakwa dalam Kasus Penghasutan Demonstrasi Diperjelas Di Pengadilan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah memaparkan detail peran terdakwa dalam dugaan penghasutan yang berkaitan dengan aksi demonstrasi yang berlangsung pada Agustus 2025. Keempat terdakwa, termasuk Delpedro Marhaen dan Muzaffar Salim, dituduh berkontribusi lewat unggahan di media sosial yang mengajak masyarakat untuk berdemo.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Sidang yang diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 29 Desember 2025 ini menjelaskan bahwa meski tidak hadir langsung di lokasi demonstrasi, terdakwa dianggap terlibat dalam penghasutan karena menyetujui konten yang dipublikasikan.

Peran dalam Pengelolaan Konten Media Sosial

Jaksa menjelaskan bahwa keempat terdakwa keterlibatan mereka melalui kolaborasi di media sosial seperti @lokatarufoundation dan @blokpolitikpelajar. Pengelolaan konten tersebut dianggap cukup untuk memenuhi unsur peran dalam tindak pidana meski mereka tidak hadir di lapangan.

Ketika didesak mengenai kepastian tindakan penghasutan, jaksa menyatakan bahwa dibutuhkan adanya kesepakatan dan pembagian peran yang jelas antara terdakwa. Hal ini mengindikasikan bahwa semua terdakwa memiliki kontribusi yang diperlukan untuk membangun kasus penghasutan ini.

Dalam konteks ini, jaksa menekankan bahwa tuduhan terhadap Delpedro dan Muzaffar tidak berhubungan dengan posisi mereka di Lokataru Foundation. Sebaliknya, semua tuduhan didasarkan pada apa yang mereka lakukan di media sosial.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Dampak Kerusuhan Akibat Aksi Demonstrasi

Dari informasi yang diungkap, kolaborasi dari 80 unggahan ajakan demonstrasi berpotensi memicu kerusuhan selama unjuk rasa pada 25 Agustus 2025. Kerusuhan tersebut tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga mengakibatkan cedera pada aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas.

Selain itu, sejumlah unggahan ditujukan untuk menarik perhatian pelajar, bahkan anak-anak, supaya ikut serta dalam aksi demonstrasi yang berisiko tinggi. Hal ini berpotensi menambah kerawanan bagi mereka yang terlibat.

Keterangan dari enam saksi yang terlibat pada kerusuhan semakin mempertegas betapa kompleksnya peran masing-masing terdakwa dalam situasi itu. Hal ini menjadi bukti tambahan yang menguatkan posisi jaksa.

Tanggapan Pihak Pembela Terhadap Dakwaan

Kuasa hukum para terdakwa menilai bahwa dakwaan yang diajukan oleh jaksa belum cukup jelas dan konkret. Mereka mempertanyakan tentang detail masing-masing peran yang dituduhkan, seperti siapa yang memerintahkan dan sejauh mana tanggung jawab yang diemban.

Pernyataan ini menggambarkan ketidakpuasan terhadap proses hukum, di mana pihak pembela menekankan pentingnya kejelasan dalam setiap langkah hukum. Mereka juga menganggap bahwa dakwaan tersebut bisa batal jika tidak ada penjelasan yang tegas mengenai peran setiap terdakwa.

Sebelumnya, semua terdakwa didakwa karena terlibat dalam pengunggahan 80 konten berisi hasutan seputar aksi demonstrasi yang diharapkan menggerakkan kebencian publik terhadap pemerintah.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU