Hujan deras yang melanda Sukabumi, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu menimbulkan bencana banjir bandang dan longsor di beberapa daerah. Akibatnya, akses transportasi terputus dan beberapa kampung terisolasi dari dunia luar.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Dalam laporan terbaru, Kampung Karikil di Desa Bojongsari paling parah terdampak, dengan jembatan yang hanyut dan rumah-rumah yang rusak. Warga yang terjebak di lokasi kini dievakuasi ke tempat aman.
Kondisi di Kecamatan Nyalindung
Kecamatan Nyalindung menjadi salah satu yang paling parah terdampak banjir. Menurut Ebol, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), hujan dengan intensitas tinggi telah mempengaruhi hampir seluruh desa di wilayah tersebut.
Ebol menjelaskan, 'Betul, di wilayah Kecamatan Nyalindung tepatnya di Kampung Karikil ada jembatan yang terbawa banjir bandang sehingga satu kampung terisolasi.' Kejadian ini mengakibatkan akses menuju kampung tersebut terputus, memaksa masyarakat untuk mencari perlindungan.
Longsor juga terjadi di Kampung Karikil, dengan beberapa rumah dilaporkan tertimbun. Warga yang terdampak telah diungsikan ke Majelis Taklim Al-Istiqomah untuk menjaga keselamatan mereka.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Kerusakan di Kota Sukabumi
Kota Sukabumi mencatat kerusakan pada setidaknya 13 rumah akibat dampak banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat kerusakan yang mencakup atap ambruk dan tembok jebol di beberapa lokasi.
Joseph Sabaruddin, Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, mengungkapkan, 'Dari hasil pendataan sementara, total ada 13 unit rumah yang terdampak dengan berbagai tingkat kerusakan.'
Banjir limpasan di Jalan Kapitan RT 01/RW 03 di Kecamatan Lembursitu juga menyebabkan dua unit rumah terdampak. Meskipun air sudah surut, kerusakan yang ditinggalkan cukup signifikan.
Penanganan dan Tantangan
Akses jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten mengalami gangguan akibat longsor yang terjadi di Kecamatan Nyalindung. Ahmad, petugas P2BK, mengungkapkan bahwa pembersihan jalan masih dilakukan secara manual oleh petugas dan warga setempat.
Camat Nyalindung, Antono, menekankan bahwa tertutupnya jalan berdampak besar pada mobilitas masyarakat. 'Jalan ini merupakan jalur utama penghubung antarwilayah, dengan tertutupnya akses, aktivitas ekonomi warga turut terganggu,' ujarnya.
'Kerusakan parah' juga melanda Jembatan Cidage yang menghubungkan Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja, menyebabkan penghentian total transportasi antar desa. Tim petugas masih menunggu alat berat untuk membersihkan longsoran.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: