Senin, 29 DESEMBER 2025 • 13:26 WIB

1.392 Personel Siaga Amankan Aksi Buruh di Jakarta Pusat

Author

1.392 Personel Siaga Amankan Aksi Buruh di Jakarta Pusat

Sebanyak 1.392 personel gabungan telah disiapkan untuk mengawasi aksi unjuk rasa buruh yang menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 di Jakarta Pusat hari ini.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.

Detail Aksi Unjuk Rasa

Aksi unjuk rasa ini diorganisir oleh Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) bersama beberapa elemen massa lainnya, berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Partisipasi Komite Eksekutif Partai Buruh dalam aksi ini juga menunjukkan soliditas dalam menyuarakan tuntutan terhadap UMP.

Kombes Susatyo mengingatkan bahwa aksi harus dilakukan dengan cara yang damai, dengan menghindari tindakan anarkis, termasuk pembakaran ban dan perusakan fasilitas umum.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Tuntutan Buruh

Unjuk rasa ini menyampaikan beberapa tuntutan, termasuk penolakan terhadap kenaikan UMP DKI Jakarta Tahun 2026 serta permohonan pemberlakuan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) yang lebih layak.

Said Iqbal, Presiden KSPI serta Presiden Partai Buruh, menjelaskan bahwa penolakan ini didasarkan pada pertimbangan biaya hidup di Jakarta yang tidak sebanding dengan daerah sekitarnya seperti Kabupaten dan Kota Bekasi.

Ia menekankan bahwa biaya hidup di Bekasi seharusnya tidak lebih rendah dibandingkan dengan Jakarta, dan dengan demikian, menuntut keadilan bagi para buruh di DKI Jakarta.

Pengaturan Lalu Lintas dan Dampak

Kapolres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bahwa pengaturan arus lalu lintas akan disesuaikan dengan jumlah massa yang hadir di lokasi unjuk rasa.

Warga yang melintas di sekitar Monas diimbau untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan yang mungkin terjadi.

Rekayasa lalu lintas ini dirancang untuk menjaga kelancaran arus di jalan utama, meskipun di tengah aksi demonstrasi untuk keamanan dan kenyamanan pengendara.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU