Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 20:35 WIB

Mengapa Kita Terus Scrolling di Sosial Media Meski Merasa Letih?

Author

Mengapa Kita Terus Scrolling di Sosial Media Meski Merasa Letih?

Scrolling di sosial media telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang, meskipun aktivitas ini sering kali menyisakan perasaan lelah. Berbagai faktor psikologis dan sosial menjelaskan mengapa kita terus terjebak dalam kebiasaan ini.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dari ketergantungan sosial hingga pengaruh desain aplikasi, fenomena ini mengungkap kompleksitas hubungan kita dengan dunia digital.

Ketergantungan Sosial

Ketergantungan sosial adalah salah satu alasan utama mengapa kita terus melakukan scrolling. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki dorongan kuat untuk terhubung dengan orang lain.

Aplikasi sosial media menyediakan interaksi melalui komentar, likes, dan berbagi yang dapat menciptakan respon emosional positif seperti kebahagiaan dan perasaan diperhatikan.

Meskipun kita sering merasakan kesepian di kehidupan nyata, waktu yang kita habiskan di Instagram atau Facebook dapat memberikan ilusi menjadi bagian dari suatu komunitas.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Dopamin dan Penguatan Positif

Kesehatan mental kita terhubung dengan zat kimia di otak seperti dopamin. Setiap kali ada notifikasi atau komentar, otak kita merespons dengan melepaskan dopamin, yang memberikan sensasi kesenangan.

Proses ini mirip dengan perilaku yang ditemukan pada pecandu—sehingga kita kembali mengakses aplikasi untuk merasakan 'high' yang sama, meskipun sering kali diiringi dengan 'low'.

Penguatan positif ini menjadi salah satu alasan mengapa kita kesulitan untuk berhenti scrolling, meski kita menyadari bahwa penggunaan berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.

Desain yang Menarik dan Tak Berujung

Platform sosial media dirancang dengan fitur menarik yang mendorong kita untuk berlama-lama, seperti auto-scroll dan feed yang disesuaikan dengan minat kita. Fitur ini menarik perhatian kita untuk terus menjelajahi konten lebih lanjut.

Ketika kita menemukan video atau artikel yang menarik, kita memiliki kecenderungan untuk melanjutkan ke konten berikutnya, yang sering kali membuat kita menghabiskan waktu tanpa disadari.

Desain ini bukan sekadar kebetulan; banyak perusahaan teknologi menginvestasikan banyak sumber daya untuk mempekerjakan peneliti demi menciptakan pengalaman digital yang membuat pengguna merasa betah.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU