Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 20:32 WIB

Dampak Algoritma Media Sosial terhadap Kesehatan Mental: Apa yang Perlu Diketahui

Author

Dampak Algoritma Media Sosial terhadap Kesehatan Mental: Apa yang Perlu Diketahui

Algoritma media sosial yang dirancang untuk menghubungkan kita dengan dunia, ternyata memiliki efek negatif terhadap suasana hati. Banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa interaksi mereka dengan konten di platform ini dapat mengarah pada perasaan sedih dan cemas.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara kerja algoritma ini sering kali menyajikan konten yang bisa memicu emosi negatif. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana seharusnya kita menggunakan media sosial tanpa mengorbankan kesehatan mental.

Mengapa Algoritma Media Sosial Bisa Memicu Kesedihan?

Algoritma media sosial dibuat untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dengan menyajikan konten yang dianggap menarik. Namun, konten tersebut sering kali diambil dari perilaku pengguna sebelumnya, yang kemungkinan besar termasuk postingan atau berita yang bersifat negatif.

Akibatnya, pengguna terjebak dalam siklus yang membuat mereka terpapar lebih banyak konten yang membangkitkan kecemasan dan kesedihan. Sebagai contoh, jika seseorang sering berinteraksi dengan berita duka, algoritma akan mengutamakan berita serupa di dalam feed mereka.

Interaksi sosial yang terbatas di dunia nyata juga berkontribusi pada ketergantungan terhadap platform media sosial untuk koneksi emosional. Saat melihat postingan teman yang terlihat bahagia, pengguna bisa merasa rendah diri dan tidak berharga.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Dampak Kesehatan Mental Akibat Paparan Media Sosial

Penggunaan media sosial secara berlebihan telah terbukti berkontribusi pada masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Sering kali, pengguna merasa tertekan dengan membandingkan diri mereka dengan orang lain berdasarkan konten yang mereka lihat di platform.

Tekanan untuk tampil sempurna di media sosial dapat menghasilkan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Realitas yang tersaji di dalam media sosial sering kali tidak mencerminkan kehidupan nyata pengguna lain.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan di media sosial berhubungan langsung dengan peningkatan gejala depresi. Merasa terabaikan karena kurangnya interaksi pada postingan juga dapat menyebabkan stres dan kesedihan.

Mengatasi Dampak Negatif dari Media Sosial

Sadar akan pengaruh negatif dari algoritma media sosial terhadap emosi adalah langkah penting. Pengguna dapat mulai dengan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial dan lebih memilih konten yang positif atau mendukung kesehatan mental.

Mengatur feed dengan mengikuti akun yang memberikan dampak positif dan motivasi adalah strategi yang bisa diterapkan. Mencari konten terkait kesehatan mental atau kebahagiaan dapat membawa perubahan signifikan dalam pengalaman berselancar.

Menghabiskan waktu bersama teman-teman atau berpartisipasi dalam kegiatan fisik dapat menjadi alternatif yang menyenangkan. Interaksi sosial di dunia nyata bisa memberikan kebahagiaan yang lebih tulus dibandingkan pengalaman virtual.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU