Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 12:01 WIB

Israel Akui Somaliland, AS Terkejut dan Tidak Pihak Kedaulatan

Author

Israel Akui Somaliland, AS Terkejut dan Tidak Pihak Kedaulatan

Israel secara resmi menjadi negara pertama yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka, menandai langkah signifikan dalam dinamika geopolitik kawasan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Pengakuan ini disertai penandatanganan perjanjian diplomatik yang diharapkan akan meningkatkan hubungan antara kedua negara.

Sejarah dan Identitas Somaliland

Somaliland mendeklarasikan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991, tetapi hingga kini belum mendapat pengakuan dari anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Wilayah ini terletak di barat laut yang dulunya merupakan Protektorat Inggris, dan meskipun tidak diakui, Somaliland menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan Somalia.

Pemisahan Somaliland terjadi amid perang saudara yang brutal, di mana kebijakan mantan Presiden Somalia, Siad Barre, berdampak pada wilayah utara.

Meskipun beberapa kelompok di wilayah timur menolak separatisme, Somaliland telah mengembangkan identitas politik sendiri dengan mata uang dan pemerintahan.

Pengakuan Resmi oleh Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa Israel kini merupakan negara pertama yang mengakui Somaliland sebagai bagian dari perjanjian diplomatik.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

"Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat," kata Netanyahu dalam pernyataan resminya.

Netanyahu menjelaskan bahwa pengakuan ini sesuai dengan semangat Perjanjian Abraham yang berfokus pada peningkatan hubungan antara Israel dan negara-negara Arab.

Ia juga berbicara melalui telepon dengan Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, dan menekankan pentingnya peluang ekonomi dan kemitraan.

Sikap Amerika Serikat

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak berencana untuk mengakui Somaliland.

"Tidak," jawab Trump kepada New York Post ketika ditanya soal pengakuan tersebut, menunjukkan ketidakpahamannya tentang Somaliland.

Menurut Trump, pertanyaannya, "Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?" mencerminkan ketidakpastian akan isu ini di kalangan sekutu di kawasan.

Sikap AS ini menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam membentuk hubungan diplomatik antar negara di kawasan yang kompleks.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU