Matcha semakin populer sebagai superfood, tetapi penting untuk menyadari efek samping yang mungkin tak terduga. Meskipun bermanfaat, konsumsi berlebihan bisa membawa dampak negatif pada kesehatan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Kandungan nutrisi dalam matcha sangat bagus, namun beberapa risiko kesehatan yang serius harus diketahui. Dalam artikel ini, kita akan membahas efek samping konsumsi matcha yang perlu diwaspadai.
Apa Itu Matcha?
Matcha dihasilkan dari tanaman teh hijau Camellia sinensis dan diolah menjadi bubuk halus. Prosesnya melibatkan penggilingan daun teh, memungkinkan pengguna untuk menyerap seluruh kandungan nutrisinya.
Menanam matcha memerlukan metode khusus, seperti penanaman di bawah naungan selama 20-30 hari sebelum panen. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kadar klorofil dan L-theanine dalam teh.
Kandungan ini membuat matcha terasa lebih pekat dan kaya dibandingkan teh hijau biasa yang biasa kita konsumsi.
Kandungan Kontaminan pada Matcha
Meski matcha menawarkan banyak manfaat, ada risiko kontaminasi yang perlu diperhatikan. Matcha dapat mengandung logam berat dan residu pestisida, tergantung pada kondisi pertumbuhannya.
Penelitian menunjukkan bahwa matcha dari area tertentu bisa berisiko mengandung zat berbahaya jika kualitas pertumbuhannya tidak diawasi. Oleh karena itu, memilih produk matcha dengan sertifikasi kualitas yang baik sangatlah penting.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Hal ini bertujuan untuk menghindari paparan zat beracun yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.
Risiko Kesehatan Terkait Konsumsi Berlebihan
Meskipun kaya akan antioksidan, konsumsi matcha secara berlebihan dapat berdampak negatif pada fungsi hati dan ginjal. Ahli gizi Vidhi Chawla mengingatkan, "Manfaat matcha itu nyata, tapi risikonya juga ada jika dikonsumsi berlebihan."
Konsumsi matcha yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, terutama bagi individu dengan hipertensi. Ini tentunya menggagalkan anggapan bahwa matcha hanya baik untuk kesehatan jantung.
Bagi ibu hamil, perhatian khusus pada kandungan kafein dalam matcha wajib dilakukan. Asupan kafein berlebih selama kehamilan dapat berhubungan dengan risiko serius, termasuk keguguran dan gangguan perkembangan janin.
Reaksi Alergi dan Risiko Kanker Kerongkongan
Segelintir orang mungkin mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi matcha, seperti ruam atau sesak napas. Jika mengalami gejala ini, segeralah mencari perawatan medis.
Konsumsi minuman panas pada suhu tinggi, termasuk matcha, dapat mengakibatkan kerusakan pada lapisan kerongkongan. Hal itu berhubungan dengan peningkatan risiko kanker.
Tingginya polifenol dalam matcha juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk mual dan diare saat dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: