Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 11:00 WIB

Dua Perspektif Berbeda: Kritikus vs. Penonton pada Avatar: Fire and Ash

Author

Dua Perspektif Berbeda: Kritikus vs. Penonton pada Avatar: Fire and Ash

Film terbaru James Cameron, Avatar: Fire and Ash, menghadapi disparitas penilaian antara kritikus film dan penonton.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Meski kritikan tajam menghujani, film ini masih mendapatkan sambutan hangat dengan skor tinggi dari penggemar di berbagai platform.

Penilaian Kritikus terhadap Avatar: Fire and Ash

Kritikus film memberikan penilaian yang bervariasi untuk Avatar: Fire and Ash, dengan angka 66 persen dari 307 kritikus di Rotten Tomatoes, menjadikannya yang terendah dalam saga ini.

Stephanie Zacharek dari TIME Magazine mengungkapkan bahwa "visi Cameron tidak lagi terasa sebagai masa depan, melainkan sebuah perjalanan nostalgia, bentuk deja vu yang sangat mahal."

Begitu juga dengan Peter Bradshaw dari Guardian, ia menambahkan, "Avatar tetap sama besarnya dalam ketidakmenarikan dan sama kolosalnya dalam ketahanan terhadap kritik seperti sebelumnya: sebuah bangunan besar yang kosong, yang dengan tenang menolak segala keberatan."

Nicholas Barber dari BBC.com menyutradarai pandangan kritis ini dengan menyebutkan, "197 menit grafis seperti screensaver, dialog kaku, alur cerita yang menggelembung dan longgar," yang menunjukkan kekhawatirannya untuk sekuel-sekuel mendatang.

Penghargaan Terhadap Kehebatan James Cameron

Meskipun banyak kritik melanda, beberapa kritikus tetap memberikan penghargaan untuk keahlian James Cameron dalam menggarap film ini.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Jake Coyle dari Associated Press mencatat bahwa "ini tetap merupakan epik dalam hal keterampilan dan keyakinan," yang menunjukkan pengabdian Cameron pada dinamika karakter.

David Ehrlich dari IndieWire juga menegaskan bahwa walaupun film ini mengikuti pola yang sama, Cameron berhasil menyajikan momen-momen tertentu yang terasa baru. Ia mengekspresikan bahwa, "[Ekspektasi] tidak mempersiapkan saya pada kenyataan menyaksikan salah satu penjelajah terbesar sinema berjalan berputar-putar selama tiga jam."

Pandangan beragam ini menunjukkan bahwa terlepas dari kendala narasi, terdapat kekaguman atas keahlian teknis yang ditampilkan dalam film.

Respon Penonton dan Kesuksesan di Box Office

Avatar: Fire and Ash menerima 91 persen di Popcornmeter dari penonton, yang menunjukkan bahwa banyak yang menikmati film ini meskipun banyak kritik yang muncul.

Ketidakcocokan persepsi antara kritikus dan penonton terlihat jelas, dengan sebagian penonton menanggapi bahwa kemiripan cerita dengan film sebelumnya adalah hal biasa untuk sekuel.

Film ini menceritakan konflik internal dalam keluarga Jake Sully setelah peristiwa di film sebelumnya, The Way of Water, yang melibatkan mereka berhadapan dengan suku Mangkwan.

Sejak tayang pada 17 Desember 2025 di bioskop Indonesia, film ini meski tak memenuhi ekspektasi sebagian kritikus, tetap berhasil mencuri perhatian penonton.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU