CEO Tesla, Elon Musk, baru-baru ini menyoroti kekhawatirannya terhadap pengembangan reaktor fusi yang dikenal sebagai matahari buatan.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Menurutnya, investasi dalam teknologi ini lebih baik dialokasikan untuk memanfaatkan sumber energi surya yang sudah ada.
Kritik terhadap Usaha Reaktor Fusi
Beberapa negara saat ini dalam perlombaan untuk menciptakan reaktor fusi yang bisa memproduksi energi mirip dengan matahari.
Musk menilai proyek ini sebagai 'super bodoh' dan menyerukan perlunya perhatian lebih pada energi matahari yang gratis dan melimpah.
Ia mengatakan, "Matahari yang ada di langit itu reaktor fusi gratis dan raksasa," menekankan kelebihan energi yang tersedia secara alami ini.
Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang
Perbandingan Energi Surya dan Fusi
Dalam sebuah posting di platform X, Musk membandingkan energi yang dihasilkan oleh matahari dengan kekuatan beberapa planet besar.
Ia menyatakan bahwa meski empat planet Jupiter terbakar, kekuatan matahari tetap 100% lebih besar dibandingkan semua sumber energi lain di tata surya.
Ia berargumen, "Berhenti memboroskan uang untuk reaktor-reaktor mungil," menekankan bahwa proyek semacam itu tidak memiliki tujuan yang jelas.
Dukungan untuk Energi Bersih
Meski kritis terhadap investasi dalam reaktor fusi, Musk tetap mendukung penggunaan energi bersih.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan energi matahari karena efisiensi dan dampaknya yang ramah lingkungan.
Di sisi lain, beberapa perusahaan seperti Commonwealth Fusion Systems (CFS) dan Nvidia terus berinvestasi dalam teknologi fusi, menandakan bahwa ada berbagai pandangan mengenai masa depan energi.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: