Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, aktivitas transaksi meningkat dan menjadi sasaran empuk bagi penjahat siber. Dengan proyeksi belanja mencapai Rp120 triliun, penipuan berpotensi menimbulkan kerugian signifikan bagi masyarakat.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dalam satu tahun terakhir, laporan menunjukkan total Rp8,2 triliun hilang akibat penipuan, dengan tingkat keberhasilan penyelamatan dana yang sangat rendah. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama terhadap modus-modus baru yang marak di wilayah siber.
Alasan Liburan Jadi Momentum Penipuan
Peningkatan aktivitas belanja saat liburan membawa risiko tinggi terhadap penipuan. Jenis penipuan yang paling umum terjadi adalah phishing dan penipuan berbasis teknologi kecerdasan buatan, termasuk deepfake.
Laporan dari VIDA menyebutkan kerugian akibat penipuan mencapai Rp8,2 triliun dalam setahun terakhir, dengan hanya 4,76 persen dana yang berhasil diselamatkan. Data menunjukkan bahwa dalam periode sama, terdapat 373.129 kasus penipuan dengan rata-rata 874 laporan per hari.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai
Salah satu modus penipuan yang patut dicermati adalah teknik pemanfaatan kelemahan OTP berbasis SMS, di mana data menunjukkan 80 persen pembobolan akun terjadi melalui cara ini. Selain itu, penipuan dengan teknologi AI, seperti AI Voice Cloning, mengalami lonjakan signifikan.
Laporan mengindikasikan lonjakan 1.550 persen dalam kasus peniruan suara untuk meminta transfer dana. Kerugian dari beberapa modus ini, termasuk telepon palsu dan shopping scam, kini telah melampaui Rp4 triliun menurut OJK.
Tips untuk Melindungi Diri dari Penipuan
Para ahli menyarankan beberapa langkah untuk menjaga keamanan digital, khususnya saat liburan. Pertama, hindari menggunakan Wi-Fi publik untuk transaksi finansial.
Selain itu, penting untuk memverifikasi setiap permintaan darurat melalui panggilan kembali dengan nomor keranjang yang valid. Pastikan juga untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan; lakukan verifikasi sesuai prosedur resmi sebelum bertindak.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: