Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Jumat sore, 26 Desember 2025, dengan letusan mencapai 900 meter.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Erupsi ini memberikan kolom abu vulkanik yang terlihat jelas hingga ke arah timur laut, dan masyarakat diimbau untuk menjaga jarak.
Detail Erupsi dan Dampaknya
Menurut Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi yang terjadi pada pukul 15.27 WIB memiliki amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 108 detik.
Sebelumnya, di pagi hari yang sama, aktivitas vulkanik juga ditandai dengan erupsi yang memproduksi kolom setinggi 800 meter, mengindikasikan peningkatan aktivitas seismik di gunung ini.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Status dan Rekomendasi dari PVMBG
PVMBG mengkonfirmasi bahwa Gunung Semeru saat ini berada pada status level III (Siaga), yang mengharuskan masyarakat untuk tetap waspada.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, minimal 13 km dari puncak, untuk memastikan keselamatan.
Potensi Bahaya dan Perlunya Kewaspadaan
Ada seruan bagi masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, dikarenakan potensi awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai 17 km dari puncak.
Pembentukan lontaran batu serta potensi guguran lava juga menjadi perhatian, terutama di kawasan yang terpengaruh oleh aliran sungai yang berasal dari puncak Gunung Semeru.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: