Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menekankan pentingnya mengisi malam Tahun Baru 2026 dengan doa bersama daripada perayaan biasa.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Imbauan ini sebagai respons atas bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera, mengajak masyarakat untuk menunjukkan empati.
Mengganti Pesta Kembang Api dengan Doa
KH Anwar Iskandar memperingatkan bahwa tradisi merayakan malam tahun baru dengan pesta kembang api sudah tidak relevan, terutama dalam situasi kemanusiaan saat ini.
Ia mengajak umat untuk lebih peduli terhadap sesama, terlebih kepada mereka yang terdampak bencana alam seperti banjir di Sumatera.
"Nah kalau tujuannya itu untuk agar lebih berhemat tentunya tidak usah, apalagi sekarang bangsa kita sedang prihatin (karena bencana)," jelas Anwar.
Pesan ini mencerminkan urgensi untuk mengutamakan perasaan empati dan keprihatinan di tengah perayaan.
Menghadirkan Kegiatan Positif di Momen Tahun Baru
Menyikapi perayaan malam tahun baru, Anwar mendorong umat untuk tidak menyertainya dengan perilaku berlebihan yang bisa dianggap maksiat.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Ia menegaskan bahwa lebih baik mengisi waktu tersebut dengan kegiatan positif seperti doa bersama, dibandingkan dengan perayaan yang tidak bernilai.
"Ini kita sedang prihatin, banyak musibah, tentu lebih baik berdoa. Kalau toh itu mau hiburan, hiburan yang terukur," tambahnya.
Penting bagi masyarakat untuk merencanakan kegiatan yang tidak menguras anggaran, apalagi menggunakan dana publik untuk hal-hal yang bersifat berlebihan.
Makna Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa
Doa bersama menjelang Tahun Baru diajukan oleh KH Anwar sebagai sarana untuk memohon kepada Allah SWT demi keselamatan bangsa.
Hal ini menunjukkan bahwa perayaan tahun baru dapat menjadi momen refleksi serta permohonan agar diberikan perlindungan dalam menghadapi tantangan ke depan.
"Doa bersama di malam tahun baru sangat penting dalam rangka memohon kepada Allah SWT untuk diberikan keselamatan bangsa dan negara," tutup Anwar.
Dengan demikian, doa bersama dapat menjadi pilihan yang lebih bermakna dibandingkan dengan perayaan konvensional.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: