Aplikasi perjalanan Flighty baru saja mengumumkan hasil analisis mengenai maskapai dengan tingkat keterlambatan tertinggi di tahun 2025. Hasil ini diambil dari data sekitar 22 juta penerbangan yang dilaporkan pengguna sepanjang tahun.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dalam daftar ini, Ryanair yang berbiaya rendah asal Irlandia menduduki posisi teratas sebagai maskapai dengan keterlambatan paling sering terjadi. Penumpang pun harus menunggu tambahan waktu hingga 1,4 juta jam secara total.
Tahun Penuh Keterlambatan
Laporan yang diberi nama Flighty Global Passport Report 2025 ini menyusun hasil analisis dari data penerbangan global. Peneliti menemukan bahwa rata-rata penumpang mengalami penundaan sekitar 14 menit per penerbangan.
Data ini menunjukkan masalah yang ada di industri penerbangan saat ini, di mana keterlambatan dapat berpengaruh pada pengalaman perjalanan penumpang.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Daftar Maskapai dengan Keterlambatan Tertinggi
Ryanair bukanlah satu-satunya maskapai bermasalah. Selain itu, banyak maskapai besar Eropa seperti Air France dan easyJet juga masuk dalam daftar teratas dengan keterlambatan tinggi.
Di Amerika Serikat, Frontier Airlines menempati peringkat teratas diikuti oleh JetBlue Airways dan Southwest Airlines. Data ini mencerminkan tantangan yang dihadapi penerbangan domestik di AS.
Perbedaan Data Keterlambatan
Meskipun Ryanair mendominasi daftar, perhatian juga tertuju pada Qantas, yang berada di peringkat keenam dengan sekitar 26 persen penerbangannya mengalami keterlambatan. Ini menunjukkan variasi dalam performa maskapai tergantung region.
Namun, ada perbedaan data ketepatan waktu antara sumber yang berbeda. Lembaga lain, seperti Official Aviation Guide (OAG), menempatkan Qantas di peringkat ke-20 dunia pada ketepatan waktu pada November 2025.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: