Makan malam larut dapat memberikan berbagai dampak kesehatan, terutama pada kualitas tidur dan fungsi metabolisme. Kebiasaan ini semakin umum seiring dengan padatnya jadwal sehari-hari, namun tidak semua orang menyadari konsekuensinya.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Studi menunjukkan bahwa waktu makan yang tidak tepat dapat menggangu siklus tidur alami. Meningkatkan kesadaran tentang kebiasaan ini bisa membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Gangguan Tidur
Salah satu akibat paling umum dari kebiasaan makan larut malam adalah gangguan tidur. Ketika makanan dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, proses pencernaan dapat mengganggu kualitas tidur.
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang makan malam lebih dari dua jam sebelum tidur cenderung memiliki tidur yang lebih berkualitas. Dalam hal ini, hormon melatonin yang mengatur siklus tidur bisa terganggu akibat sistem pencernaan yang masih aktif saat kita beristirahat.
Biasanya, makan larut malam juga disertai dengan porsi makanan yang besar atau mengandung tinggi lemak. Jenis makanan ini memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna, menyebabkan ketidaknyamanan ketika tidur.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Masalah Pencernaan
Kebiasaan makan malam larut juga dapat mengakibatkan masalah pencernaan. Mengonsumsi makanan menjelang tidur membuat proses pencernaan tidak optimal.
Jika pencernaan terhambat, kondisi seperti mulas dan refluks asam bisa muncul. Refluks asam terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan, yang dapat mengganggu kenyamanan saat tidur.
Selain itu, pola makan yang terlambat dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Konsumsi kalori yang berlebihan di malam hari, tanpa memperhatikan porsi atau jenis makanan, dapat cukup berisiko.
Pengaruh Terhadap Kesehatan Mental
Kebiasaan makan larut malam juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang buruk berkaitan dengan meningkatnya stres dan kecemasan.
Kurangnya tidur berkualitas akibat makan malam yang terlambat juga dapat memengaruhi suasana hati. Orang yang tidak tidur cukup sering kali lebih mudah frustrasi dan cenderung merasa cemas.
Keseimbangan hormon yang terganggu juga berpengaruh, dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi dan daya ingat. Hal ini bisa membuat individu merasa tidak maksimal dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: