Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menggarisbawahi betapa vitalnya pengembangan Stasiun Gambir untuk mendukung dinamika mobilitas di Jakarta.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Pernyataan ini mencerminkan perhatian Presiden Prabowo Subianto yang mengutamakan penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik.
Komitmen Pemerintah dalam Perkeretaapian
Teddy menyatakan bahwa penguatan perkeretaapian nasional adalah prioritas utama Presiden Prabowo, terutama untuk memastikan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dia juga berbagi kenangan masa kecilnya di Stasiun Gambir, berkata, 'Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah.'
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Rencana Pengembangan oleh PT Kereta Api Indonesia
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa pengembangan Stasiun Gambir akan dilakukan bertahap dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) dan sebagai simpul intermoda utama di Jakarta.
Bobby menegaskan, 'Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi.'
Volume Layanan Meningkat Selama Nataru
Stasiun Gambir mencatat peningkatan signifikan dalam volume layanan selama Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, dengan 156.002 pelanggan untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan hingga tanggal 23 Desember 2025.
Data ini mempertegas peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional, yang semakin mendesak untuk pengembangan sesuai arahan pemerintah.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: