Desa Lhok Gunci di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, mengalami hilangnya seluruh permukiman akibat banjir bandang yang melanda secara mendalam.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Sekitar 85 kepala keluarga telah mengungsi ke Desa Paya Rubek, mencari tempat yang lebih aman setelah peristiwa tersebut.
Dampak Banjir Bandang
Banjir bandang terjadi pada pukul 04.00 WIB dan meluluhlantakkan daratan di sekitar desa. Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, menyatakan bahwa lokasi pemukiman kini telah berubah menjadi alur sungai baru.
Warga yang sebelumnya tinggal sekitar 70 hingga 150 meter dari bibir sungai harus kehilangan rumah mereka. Perubahan ini tidak hanya menghilangkan tempat tinggal, tetapi juga membuat pusara sanak saudara mereka tergerus.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Upaya Penanganan dan Bantuan
Di posko pengungsian, perhatian khusus diberikan kepada lansia dan anak-anak. Marlina juga menekankan pentingnya ketersediaan obat-obatan dan merekomendasikan warga untuk melaporkan jika kebutuhan mulai menipis.
Bantuan logistik untuk keperluan sehari-hari para pengungsi sudah mulai disalurkan. Pada Senin malam, bantuan tersebut tiba di Desa Paya Rubek, menyediakan kebutuhan mendasar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pengalaman Warga Selama Banjir
Beberapa pengungsi berbagi cerita tentang detik-detik menegangkan saat banjir datang. Yusri (39) salah satunya, yang menceritakan bagaimana ia terpisah dari anaknya yang masih bayi akibat arus deras.
"Air datang sangat cepat dan deras. Alhamdulillah, keluarga saya selamat. Setelah itu saya menyisir lokasi dan membantu evakuasi warga lain. Total 26 orang berhasil kami selamatkan," ujarnya mengenang pengalaman pahit saat bencana melanda.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: