Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 17:03 WIB

Jalur Pendakian Gunung Ditutup Selama Libur Akhir Tahun 2026

Author

Jalur Pendakian Gunung Ditutup Selama Libur Akhir Tahun 2026

Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, sejumlah jalur pendakian di Indonesia akan ditutup sementara untuk menjaga keselamatan publik. Penutupan ini dilakukan akibat potensi cuaca ekstrem yang mengancam keamanan pendaki.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol

Pemerintah mengumumkan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan faktor cuaca yang dapat berubah drastis, terutama selama periode akhir Desember hingga awal Januari.

Alasan Penutupan Jalur Pendakian

Pemerintah mencatat bahwa penutupan jalur pendakian adalah langkah yang diambil untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang signifikan. Potensi hujan lebat dan jalur yang licin menjadi pertimbangan utama untuk menghindari kecelakaan.

Gunung-gunung yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik atau risiko longsor juga menjadi fokus perhatian. Penutupan ini bertujuan untuk melindungi pendaki dari segala bentuk bahaya yang mungkin timbul.

Daftar Gunung yang Ditutup

Sejak 13 Oktober 2025, Gunung Gede Pangrango telah ditutup untuk penataan kawasan dan pembersihan sampah. Jalur ini umumnya menjadi favorit bagi pencinta alam, tetapi saat ini ditutup untuk kegiatan bersih-bersih yang melibatkan berbagai organisasi.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Gunung Salak juga mulai ditutup sejak 22 Desember 2025 dalam rangka antisipasi cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem di jalur resmi, termasuk Jalur Cidahu dan Ajisaka.

Selanjutnya, Gunung Semeru ditutup setelah terjadi awan panas akibat erupsi, yang rencananya akan berlangsung hingga Maret 2026. Untuk Gunung Merapi, kegiatan pendakian dinyatakan ilegal sejak Mei 2018 karena status waspadanya yang terus meningkat.

Gunung Rinjani juga akan tutup mulai Januari 2026 untuk mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, menambah daftar jalur pendakian yang dibatasi untuk keselamatan pengunjung.

Alternatif Wisata Saat Nataru

Meskipun jalur pendakian ditutup, masyarakat masih memiliki pilihan untuk berwisata di area kaki gunung, taman nasional, atau jalur-jalur wisata lain yang aman dan tetap terbuka. Dengan demikian, semangat wisatawan untuk menikmati keindahan alam tidak akan pudar.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Yarman, juga mengimbau agar mereka yang ingin mendaki sebelum penutupan segera memesan tiket. Pemesanan tiket ini akan berlaku hingga 28 Desember 2025, yang diharapkan dapat membantu mengatur jumlah pengunjung.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU