Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 13:53 WIB

Mengapa Nyeri di Telapak Kaki Perlu Diperhatikan? Inilah Beberapa Penyebab Umumnya

Author

Mengapa Nyeri di Telapak Kaki Perlu Diperhatikan? Inilah Beberapa Penyebab Umumnya

Nyeri di telapak kaki sering dianggap sepele, namun bisa jadi pertanda masalah kesehatan serius. Meski banyak yang mengalaminya, sakit ini sebaiknya tidak diabaikan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Penyebab nyeri di telapak kaki bervariasi, mulai dari kondisi ringan hingga masalah yang memerlukan perhatian medis. Memahami gejala dan penyebab yang mungkin bisa membantu dalam penanganannya.

Penyebab Umum Nyeri di Telapak Kaki

Salah satu penyebab umum nyeri di telapak kaki adalah plantar fasciitis. Menurut Very Well Health, kondisi ini disebabkan oleh peradangan pada jaringan penghubung di bawah kaki yang dikenal sebagai plantar fascia, membentang dari tumit hingga jari kaki.

Gejala plantar fasciitis meliputi rasa nyeri tajam atau tumpul yang biasanya paling terasa ketika pertama kali menginjak lantai di pagi hari. Faktor risiko termasuk kondisi kaki datar, kelebihan berat badan, serta seringnya berjalan di permukaan keras.

Osteoarthritis juga dapat menjadi penyebab nyeri. Penderita radang sendi ini sering mengubah cara berjalan yang dapat mempengaruhi tekanan pada telapak kaki, munculnya rasa sakit yang mengganggu.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Musculoskeletal Care tahun 2023 menunjukkan bahwa plantar fasciitis sering terjadi bersamaan dengan osteoarthritis lutut, terutama saat nyeri tercetus di area tumit.

Kondisi Lain yang Menyebabkan Nyeri

Metatarsalgia merupakan kondisi lain yang biasa menjadi pemicu rasa nyeri pada bagian depan telapak kaki. Rasa sakit ini umumnya muncul akibat tekanan pada lima tulang metatarsal, yang terasa tajam atau terbakar, terutama saat berdiri atau berlari.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Kondisi ini lebih sering dialami oleh mereka yang menjalani aktivitas berat, seperti berlari atau melompat. Wanita paruh baya juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami metatarsalgia.

Kondisi seperti kapalan dan kutil kaki juga bisa menyebabkan nyeri. Kapalan muncul akibat gesekan dari sepatu yang tidak pas, sedangkan kutil yang juga dapat menimbulkan rasa sakit merupakan kelompok pertumbuhan yang terjadi akibat infeksi.

Mengacu pada Healthline, pemilik kapalan dan kutil ini sebaiknya memeriksa dengan dokter jika mengalami tanda infeksi, terutama bila punya riwayat diabetes, meskipun kondisi ini sering dapat diatasi sendiri.

Risiko Asam Urat Tinggi dan Kutil Plantar

Kutil plantar, yang disebabkan infeksi virus human papillomavirus (HPV), juga dapat menimbulkan rasa nyeri di telapak kaki. Kutil ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau berbagi barang, seperti sepatu dan kaus kaki.

Menurut Cleveland Clinic, kutil plantar bisa sangat menyakitkan hingga membuat penderitanya mengubah cara berjalan untuk menghindari rasa sakit, meskipun biasanya kutil ini hilang dalam satu hingga dua tahun.

Selain itu, asam urat yang tinggi dapat menjadi penyebab nyeri di telapak kaki. Peningkatan kadar asam urat dapat memicu radang sendi yang ditandai dengan rasa nyeri hebat di area sendi.

Serangan nyeri akibat asam urat dapat berlangsung satu hingga dua minggu dan gejalanya sangat mengganggu, dengan kemungkinan kambuh setelah periode tanpa nyeri.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU