Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengumumkan bahwa jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan ditutup sementara dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Penutupan ini disebabkan oleh cuaca buruk yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, guna menjamin keselamatan pengunjung dan perbaikan ekosistem taman nasional.
Alasan Penutupan Jalur Pendakian
Penutupan ini merupakan langkah responsif terhadap peningkatan risiko dengan datangnya musim hujan 2025/2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan tentang potensi bibit siklon tropis 93S yang berisiko menyebabkan cuaca ekstrem.
Kepala BTNGR, Yarman, menyatakan bahwa kondisi cuaca dapat menyebabkan hujan lebat dan angin kencang secara mendadak. Risiko ini mengancam semua wilayah sekitar Gunung Rinjani dengan kemungkinan bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Batas Waktu Aktivitas Pendakian
Menurut ketentuan terbaru, aktivitas pendakian akan berakhir pada 31 Desember 2025, dengan check-out terakhir yang dijadwalkan pada 3 Januari 2026. Para pendaki diharapkan mematuhi jadwal ini demi keselamatan mereka.
Penutupan bukan hanya untuk melindungi para pendaki, tetapi juga untuk memberi kesempatan ekosistem taman nasional agar dapat memulihkan diri. Ini serupa dengan instruksi dari Kementerian Kehutanan mengenai tindakan mitigasi untuk bencana hidrometeorologi.
Dampak Terhadap Wisatawan
Sebagai dampak dari penutupan ini, BTNGR menekankan pentingnya keselamatan pengunjung di atas segalanya. Semua pihak diminta untuk mematuhi regulasi yang ada agar risiko bencana dapat diminimalisasi.
Selain itu, kondisi ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi efek dari perubahan iklim yang ekstrem.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: