Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti bahwa kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu tantangan kesehatan yang serius di Indonesia.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Data terbaru menunjukkan bahwa penyakit gigi dan mulut menempati peringkat lima besar dalam program cek kesehatan gratis.
Angka Menarik tentang Kesehatan Gigi dan Mulut
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes, dr Elvieda Sariwati, mengungkapkan bahwa dari total 63,5 juta jiwa yang menjalani pemeriksaan CGK, sekitar 50% di antaranya mengalami masalah gigi.
Masalah ini mencakup berbagai kondisi, mulai dari gigi berlubang hingga gigi yang goyang. Peningkatan prevalensi ini turut menunjukkan dampak signifikan terhadap kelompok usia yang lebih tua.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Dampak Ekonomi Masalah Kesehatan Gigi
Berdasarkan estimasi dari BPJS Kesehatan, biaya penanganan masalah gigi dapat mencapai Rp 1,2 triliun pada tahun 2030, menggambarkan beban yang semakin berat bagi sistem kesehatan.
Ketua Umum PB PDGI, drg Usman Sumantri, menambahkan bahwa 82% masyarakat mengalami karies gigi, sedangkan 74,1% menderita penyakit periodontal. Ini menunjukkan betapa mendesaknya perhatian terhadap kesehatan mulut di Indonesia.
Langkah Pemerintah untuk Meningkatkan Kesehatan Gigi
Pemerintah telah mengembangkan empat pilar rencana aksi nasional untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, yang mencakup tata kelola dan promosi kesehatan.
Kemenkes juga meluncurkan bahan ajar terintegrasi untuk sekolah, yang mencakup pendidikan tentang kesehatan gigi, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Lebih dari 300.000 posyandu dan 1,5 juta kader telah dikerahkan untuk mendukung upaya kesehatan masyarakat secara langsung.
Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: