Banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera menegaskan kekuatan keuangan Indonesia dalam penanganan bencana. Pemerintah saat ini mengalokasikan anggaran yang lebih besar daripada bantuan internasional saat tsunami 2004.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Kantor Staf Presiden (KSP) menyebutkan bahwa total anggaran mencapai Rp 60 triliun, menampakkan kemandirian dan kemampuan negara dalam menangani situasi darurat tanpa tergantung pada bantuan asing.
Kemandirian Finansial dalam Penanganan Bencana
Tenaga Ahli Utama Kedeputian II KSP, Respiratori Saddam Al Jihad, mengonfirmasi bahwa anggaran untuk penanganan bencana saat ini sudah mencapai Rp 60 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan bantuan asing pada tsunami Aceh yang hanya mencapai sekitar Rp 42,9 triliun.
Pemerintah Indonesia kini mampu mengalokasikan sumber dayanya sendiri, menunjukkan bahwa negara siap dalam mengendalikan bencana. "Ini menunjukkan negara hari ini siap dan mampu mengendalikan penanganan bencana secara mandiri," jelas Respiratori dalam program Beritasatu Utama.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Operasi Tanggap Darurat dan Dukungan Lintas Sektor
KSP menyatakan bahwa perdebatan terkait status 'bencana nasional' tidak relevan dengan kinerja di lapangan. Respiratori juga menekankan bahwa operasi tanggap darurat sudah dilaksanakan sepanjang waktu sejak bencana terjadi.
Semua elemen kekuatan negara, termasuk TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta relawan, telah dikerahkan untuk evakuasi, distribusi logistik, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial. Mobilisasi kekuatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan bencana.
Fase Pemulihan dan Pelajaran dari Masa Lalu
Pemerintah mulai memasuki fase pemulihan, dengan persiapan ribuan hunian sementara di kawasan terparah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. KSP menekankan bahwa pengalaman masa lalu memberikan pelajaran penting dalam merespons bencana.
Kini, ketergantungan pada bantuan luar negeri semakin berkurang, dan respons cepat yang terkoordinasi menjadi prioritas. Dengan kemampuan anggaran sendiri, pemerintah menunjukkan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: