Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 17:00 WIB

Tanggapan Seskab Teddy Soal Penanganan Bencana di Sumatra: Kerja Keras yang Tak Terlihat

Author

Tanggapan Seskab Teddy Soal Penanganan Bencana di Sumatra: Kerja Keras yang Tak Terlihat

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait kritik atas lambatnya respons pemerintah dalam menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera. Ia menegaskan bahwa sejak awal bencana, pemerintah sudah melibatkan berbagai pihak untuk menghadapi situasi darurat ini.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Dalam konferensi pers pada 19 Desember 2025, Teddy menjelaskan langkah-langkah cepat yang diambil pemerintah, termasuk memobilisasi TNI dan Polri serta melibatkan relawan untuk membantu proses penanganan.

Mobilisasi Tanggapan Segera

Teddy mengungkapkan bahwa Kepala BNPB telah berkunjung ke Sumatra Utara antara 24 hingga 26 November 2025 untuk memimpin penanganan bencana. Ia juga menekankan peran Presiden Prabowo Subianto yang aktif menghubungi kepala daerah terdampak.

Selama penanganan bencana, pemerintah mengerahkan semua helikopter yang ada di wilayah Sumatra untuk mendukung evakuasi dan distribusi bantuan. Selain itu, helikopter dari Jawa juga dilibatkan meskipun waktunya cukup lama.

Hingga hari kedua setelah bencana, sekitar 20.000 personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, dan Basarnas telah dikerahkan untuk membantu pelaksanaan evakuasi dan penanganan darurat, yang meliputi publikasi melalui media untuk meningkatkan kesadaran.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Peran Masyarakat dan Pulihnya Infrastruktur

Teddy menyatakan pentingnya peran masyarakat dalam pemulihan infrastruktur, termasuk akses jalan dan listrik di daerah terdampak. Sejak 30 November, akses jalan dan listrik telah mulai pulih meskipun menghadapi banyak tantangan.

Menegaskan dedikasi petugas, Teddy mengatakan, "Petugas PLN ngangkut di tengah hujan, di atas gunung, segala macam tanpa kamera," menunjukkan komitmen mereka di lapangan.

Setelah penanganan awal, Presiden dan Wakil Presiden juga melakukan kunjungan ke lokasi bencana untuk meninjau kondisi dan memberi semangat bagi masyarakat yang terdampak.

Masalah Anggaran dan Ajakan untuk Bersatu

Teddy menjelaskan bahwa meskipun status bencana belum ditetapkan sebagai bencana nasional, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran pusat. "Sekitar Rp 60 triliun disiapkan secara bertahap untuk rumah sementara dan fasilitas umum," jelasnya.

Ia mengakui adanya kendala dalam distribusi logistik dan meminta agar semua pihak melaporkan kekurangan bantuan yang mungkin terjadi. Ini penting agar bantuan dapat segera disalurkan ke daerah yang membutuhkan.

Menyampaikan harapannya, Teddy mengajak masyarakat untuk bersatu dalam mendukung upaya pemulihan, menekankan bahwa banyak petugas di lapangan baik yang terlihat maupun tidak terlihat yang bekerja keras.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU