Konsumsi gula berlebihan menjadi momok bagi kesehatan di kalangan masyarakat. Ahli kesehatan menekankan bahwa mengenali tanda-tanda dari kelebihan gula sangatlah penting.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Dari kenaikan berat badan hingga perubahan suasana hati, gejala ini bisa menjadi indikator adanya masalah yang lebih serius. Mengubah pola makan menjadi lebih sehat adalah langkah pencegahan yang disarankan.
Gejala Fisik Akibat Konsumsi Gula Berlebihan
Dokter Lela Ahleman, spesialis dermatologi dan pengobatan gizi, menyebutkan ada lima gejala penting terkait konsumsi gula berlebihan. Salah satu gejala utama adalah kenaikan berat badan yang cepat dan rasa lapar yang konstan.
Gula memiliki kepadatan kalori yang tinggi, yang artinya, ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak, dapat menyebabkan penambahan berat badan dengan cepat. Dr. Ahleman mengungkapkan, "Ketika Anda selalu lapar, Anda akhirnya makan lebih banyak daripada yang Anda butuhkan, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan."
Jerawat pada kulit juga merupakan gejala yang sering muncul. Dr. Ahleman menjelaskan, "Konsumsi gula dapat meningkatkan kadar hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1) yang merangsang kelenjar sebaceous, mengakibatkan jerawat dan peradangan."
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dampak Emosional dan Kekebalan Tubuh
Perubahan suasana hati sering kali terjadi pada individu yang mengonsumsi gula berlebihan. Ketika kadar glukosa di dalam darah melonjak, pelepasan insulin juga meningkat, yang bisa menyebabkan hipoglikmia. Dr. Ahleman mengatakan, "Ini disebut hipoglikmia, yang kemudian menyebabkan keinginan makan yang kuat dan dapat memicu perubahan suasana hati serta mudah marah."
Selain itu, kelebihan gula dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dr. Ahleman menambahkan, "Jika jumlah gula sederhana yang dikonsumsi melebihi kapasitas usus kecil kita, maka gula tersebut akan berakhir di usus besar, memicu masalah kesehatan lebih lanjut."
Bakteri di usus besar dapat mengkonsumsi gula berlebih tersebut, menyebabkan peradangan yang tidak tampak dan mempercepat proses penuaan. Sebagaimana dikatakan oleh dr. Ahleman, "Pemberian makanan secara selektif menyebabkan perkembangan bakteri ini."
Dampak pada Kualitas Kulit dan Penuaan
Kualitas kulit pun terpengaruh oleh konsumsi gula yang tinggi. Dr. Ahleman mengungkapkan, "Secara ilmiah, konsumsi gula yang tinggi menyebabkan pembentukan produk akhir glikasi lanjut atau Advanced Glycation End Products (AGEs), yang merusak serat kolagen."
Kelebihan AGEs membuat serat kolagen menjadi kaku dan rapuh, yang menghambat kemampuan tubuh dalam memperbaiki diri. Dr. Ahleman menekankan, "Ketika terlalu banyak AGEs, serat kolagen kita menjadi kaku, rapuh, dan mengalami degenerasi."
Akibatnya, kualitas kolagen di dalam tubuh akan semakin menurun, mengarah pada penuaan dini dan kerusakan kulit yang lebih cepat.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: