Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 14:42 WIB

Kamboja Mengecam Serangan Udara Thailand di Siem Reap

Author

Kamboja Mengecam Serangan Udara Thailand di Siem Reap

Kamboja meluapkan kemarahan setelah Thailand melakukan serangan udara di Provinsi Siem Reap, dekat situs bersejarah Angkor Wat. Kementerian Pertahanan Kamboja melaporkan bahwa jet tempur Thailand menghantam area dekat kamp pengungsi di distrik Srei Snam.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Serangan yang terjadi pada 16 Desember 2025 ini dianggap sebagai langkah agresif militer Thailand yang pertama ke wilayah Kamboja. Menteri Informasi Kamboja, Neth Pheaktra, bahkan menyebutkan bahwa ini adalah penetrasi terjauh yang pernah dilakukan oleh Thailand.

Serangan Udara Thailand dan Reaksi Kamboja

Serangan tersebut dilaporkan sebagai yang pertama dari militer Thailand ke Provinsi Siem Reap. Lokasi serangan berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Angkor Wat, yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.

Pemerintah Kamboja mengungkapkan bahwa serangan ini menyebabkan kepanikan muncul di kalangan penduduk dan wisatawan. Ratusan keluarga terpaksa mengungsi demi mencari perlindungan yang lebih aman dari ancaman tersebut.

Dampak pada Pariwisata dan Masyarakat Kamboja

Sektor pariwisata Kamboja mengalami dampak yang cukup signifikan. Banyak wisatawan yang membatalkan rencana kunjungan mereka, membuat situasi ekonomi lokal semakin sulit.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Chhay Sivlin, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Kamboja, mencatat bahwa ketidakpastian situasi ini telah membuat banyak pelancong merasa cemas. 'Beberapa turis yang memesan perjalanan mereka sangat khawatir,' ungkapnya.

Lebih jauh lagi, konflik ini juga menciptakan masalah sosial, dengan jumlah pengungsi yang mencapai 700.000 orang di perbatasan antara kedua negara.

Saling Tuduh Antara Kamboja dan Thailand

Konflik antara Kamboja dan Thailand semakin memanas dengan adanya saling tuduh di kedua belah pihak. Thailand menuduh Kamboja sebagai pemicu serangan, sementara Kamboja mengklaim bahwa Thailand adalah pihak yang provokatif.

Kementerian Pertahanan Kamboja menanggapi dengan menuduh tentara Thailand menyebar informasi palsu mengenai pemindahan senjata berat oleh Kamboja. 'Tentara Thailand Area 1 aktif menyebarkan berita palsu yang jauh dari fakta,' pernyataan resmi Kementerian tersebut.

Kamboja menegaskan bahwa mereka tidak pernah memindahkan senjata berat dan tetap menghormati kesepakatan gencatan senjata yang ada. Namun, akibat dari konflik ini, sebelas orang di Kamboja dilaporkan kehilangan nyawa, termasuk tentara dan warga sipil.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU