Jeddah Tower, sebelumnya dikenal sebagai Kingdom Tower, kini telah mencapai 80 lantai dalam proses pembangunannya yang pesat.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Dengan target penyelesaian pada tahun 2028, proyek ambisius ini bertujuan menyalip Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di dunia.
Proses Konstruksi yang Pesat
Pembangunan Jeddah Tower yang sempat terhenti selama bertahun-tahun, kembali dimulai pada Januari 2025.
Gedung ini menambah satu lantai setiap 3-4 hari, dengan harapan untuk rampung pada 2028.
Derek-derek beroperasi di atas cakrawala Jeddah, sementara tim dari Saudi Binladin Group, Dar Al-Handasah, dan Turner Construction bekerja keras menggunakan pompa bertekanan tinggi untuk pengecoran beton.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Fondasi dan Stabilitas
Fondasi Jeddah Tower menggunakan sistem rakit tiang pancang hibrida yang mengesankan, dengan bantalan beton setebal 5 meter.
Seluruh fondasi ini didukung oleh 270 tiang pancang bor yang menancap sampai kedalaman 110 meter ke dalam tanah.
Sebagai perbandingan, fondasi Burj Khalifa hanya menggunakan 'mat' beton setebal 3,7 meter dengan 192 tiang pancang berukuran 1,5 meter dan kedalaman 50 meter sebagai penopangnya.
Rencana dan Ambisi Masa Depan
Selain Jeddah Tower, Arab Saudi juga merencanakan proyek monumental lainnya yaitu Menara Rise di Riyadh, dirancang untuk mencapai ketinggian 2 km.
Proyek ini masih berada dalam tahap perencanaan dan diharapkan selesai sekitar tahun 2024.
Ambisi pembangunan Jeddah Tower dan Menara Rise menunjukkan niat kerajaan untuk mendefinisikan ulang arsitektur futuristik dan menjadi pusat perhatian dunia.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: