Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 10:59 WIB

Penembakan Massal di Pantai Bondi: 15 Tewas Saat Perayaan Hanukkah

Author

Penembakan Massal di Pantai Bondi: 15 Tewas Saat Perayaan Hanukkah

Sebuah penembakan massal terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu, 14 Desember 2025, menewaskan setidaknya 15 orang dan melukai puluhan lainnya saat perayaan Hanukkah.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Dua pelaku, yang diketahui sebagai ayah dan anak, telah menyerang kerumunan berisi sekitar 1.000 orang dan polisi mengecam kejadian ini sebagai tindakan terorisme yang menyasar komunitas Yahudi.

Kronologi Kejadian

Kejadian dimulai sekitar pukul 18.47 waktu setempat ketika laporan mengenai tembakan diterima layanan darurat. Pelaku melepaskan tembakan dari jembatan kecil ke arah kerumunan yang tengah merayakan festival.

Korban yang tewas berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari 10 hingga 87 tahun. Korban termuda, seorang gadis berusia 10 tahun, meninggal dunia di rumah sakit anak setelah mendapatkan perawatan.

Dari mereka yang terluka, sekitar 42 orang dibawa ke rumah sakit, sementara lima di antaranya dalam kondisi kritis. Sejumlah petugas polisi juga mengalami luka akibat baku tembak dengan penembak.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Identitas Pelaku dan Motif

Dua pelaku penembakan ini diidentifikasi oleh media Australia sebagai Sajid Akram, berusia 50 tahun, dan putranya Naveed Akram, berusia 24 tahun. Sajid diketahui memiliki izin untuk enam senjata api yang digunakan dalam insiden tersebut.

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menyatakan bahwa serangan ini dinyatakan sebagai insiden terorisme. Meskipun motifnya belum diumumkan secara resmi, tampak jelas bahwa tindakan ini bertujuan untuk menyasar komunitas Yahudi.

Dalam proses penyelidikan, dua bendera ISIS ditemukan di kendaraan para pelaku. Namun, pihak kepolisian New South Wales menyatakan bahwa mereka belum bisa mengkonfirmasi laporan mengenai hubungan pelaku dengan organisasi teroris tersebut.

Reaksi dan Tindakan Pahlawan

Seorang pria bernama Ahmed al Ahmed menjadi sorotan karena berani menghadapi pelaku dan dianggap sebagai pahlawan. Dalam rekaman yang menjadi viral, Ahmed berhasil merebut senjata dari salah satu penembak, mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

Meskipun mengalami luka tembak, Ahmed dilarikan ke rumah sakit dan pengorbanannya dihargai oleh banyak orang, termasuk perdana menteri Australia, Anthony Albanese.

Reaksi terhadap serangan ini mengalir dari berbagai penjuru dunia. Presiden AS, Donald Trump, menganggap kejadian ini sebagai serangan yang ekstrem terhadap komunitas Yahudi, sementara PM Israel, Benjamin Netanyahu, mengritik pemerintah Australia terkait penanganan anti-Semitisme di negara tersebut.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU