Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 10:15 WIB

Penemuan Cadangan Air Purba di Bawah Permukaan Bumi

Author

Penemuan Cadangan Air Purba di Bawah Permukaan Bumi

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa cadangan air purba yang besar tersimpan ribuan kilometer di bawah permukaan Bumi. Temuan ini membuka cara baru untuk memahami evolusi planet kita dan peran air dalam menjadikannya layak huni.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Struktur dan Kondisi Mantel Bumi

Dalam penelitian yang dilakukan di China, para peneliti mensimulasikan kondisi ekstrim 660 kilometer di bawah permukaan Bumi. Penelitian ini menunjukkan bahwa mineral bridgmanite menyimpan air secara signifikan.

Mantel Bumi terdiri dari lapisan batuan panas yang tebal dan semi padat, yang mewakili sekitar 84 persen volume planet ini dan 67 persen massanya. Bagian terpanas dari mantel bersirkulasi perlahan layaknya plastik kental, berkontribusi pada dinamika geologis Bumi.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Revolusi Pemahaman tentang Air

Penemuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Science, mengubah cara pandang kita terhadap penyimpanan dan distribusi air di dalam Bumi. Profesor Du Zhixue dari Institut Geokimia Guangzhou menjelaskan bahwa air yang terkunci mungkin berasal dari proses mendinginkan batuan cair yang kemudian mengkristal.

Di masa lalu, saat Bumi sangat panas, air tidak mungkin ada dalam bentuk cair, tetapi sejumlah besar air terperangkap dalam struktur Bumi saat lautan magma bertransformasi.

Peran Air dalam Evolusi Bumi

Proses kristalisasi lautan magma membentuk mineral padat yang mengunci air seperti spons di dalam mantel. Penelitian ini mengungkap bahwa jumlah air yang tersimpan setara dengan 0,08 hingga 1 kali volume seluruh lautan modern.

Keberadaan air yang terkunci di dalam Bumi berfungsi sebagai pelumas bagi mesin geologis, membantu dalam pembentukan atmosfer dan lautan purba yang akhirnya menjadikan Bumi layak huni.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU