Senin, 15 DESEMBER 2025 • 19:31 WIB

Pra-Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anaknya di Medan

Author

Pra-Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anaknya di Medan

Polrestabes Medan telah melaksanakan pra-rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan seorang ibu oleh anaknya di kawasan Jalan Dwikora, Medan. Proses ini berlangsung selama enam jam dan melibatkan pemeran serta saksi yang relevan.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa pra-rekonstruksi ini bertujuan untuk menjelaskan secara mendetail kejadian tragis tersebut, termasuk melibatkan psikolog untuk mendapatkan informasi mendalam.

Detail Pra-Rekonstruksi

Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengungkapkan bahwa pra-rekonstruksi adalah kelanjutan dari rekonstruksi pertama yang dilakukan di lokasi pengganti. Dalam sesi ini, terdapat sekitar 43 adegan yang diperagakan untuk memberikan gambaran jelas tentang peristiwa tersebut.

Calvijn juga menekankan pentingnya keterlibatan saksi dan psikolog dalam proses ini untuk memastikan informasi yang diperoleh akurat. Hal ini diharapkan dapat membantu penyelidikan dan menggali lebih dalam mengenai motivasi di balik kejadian ini.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Kronologi Kejadian

F, seorang ibu berusia 42 tahun, kepada pihak kepolisian ditemukan meninggal di rumahnya pada Rabu, 10 Desember 2025. Kepala Lingkungan V, Tono, melaporkan bahwa ketika ia tiba di lokasi, ia sudah menemukan korban tergeletak di atas kasur dalam kondisi mengenaskan.

Tono juga menyatakan bahwa dua anak F diketahui tidak memiliki rencana berinteraksi dengan tetangga, karena mereka dikenal sebagai keluarga yang tertutup dan jarang berhubungan dengan masyarakat sekitar.

Respons Keluarga dan Lingkungan

Dalam suasana duka, Tono menjelaskan bahwa ayah pelaku sangat terpukul dan tak kuasa menahan tangis saat melihat istrinya yang terbaring tanpa nyawa. Emosi yang terpancar dalam keluarga ini menjadi sorotan khusus bagi pihak kepolisian.

Sementara itu, AL (13), anak yang diduga pelaku, terlihat duduk terdiam di sofa tanpa menunjukkan ekspresi. Masyarakat pun mengamati bahwa keluarga tersebut tidak memiliki interaksi yang mendalam dengan lingkungan, menjadi alasan fokus penyelidikan menjadi semakin besar.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU