Senin, 15 DESEMBER 2025 • 19:09 WIB

Jepang Hadapi Gelombang Demensia: Solusi Inovatif untuk Lansia

Author

Jepang Hadapi Gelombang Demensia: Solusi Inovatif untuk Lansia

Jepang kini sedang bergulat dengan epidemi demensia yang semakin mengkhawatirkan, dengan hampir sepertiga dari penduduknya berusia lanjut. Kementerian Kesehatan Jepang memperkirakan bahwa biaya perawatan demensia akan meningkat drastis dari sembilan triliun yen pada 2025 menjadi 14 triliun yen pada 2030.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Tantangan demografis ini, ditambah dengan angka lansia yang melonjak, menciptakan kebutuhan mendesak akan solusi efektif untuk menangani masalah ini. Sementara pemerintah Jepang mulai menerapkan teknologi baru, masyarakat juga berperan penting dalam penanganan isu ini.

Tantangan Demografis dan Sosial

Dengan proporsi orang lanjut usia yang mencapai 30 persen, Jepang menghadapi peningkatan signifikan dalam kasus demensia. Gejala seperti kehilangan daya ingat berakibat pada lebih dari 18.000 lansia yang tersesat tahun lalu, dengan hampir 500 di antaranya ditemukan meninggal.

Krisis ini juga diperparah dengan menyusutnya angkatan kerja dan regulasi ketat terhadap tenaga kerja asing di sektor perawatan lansia. Perubahan demografis memperlambat kapasitas sistem untuk memberikan dukungan yang diperlukan bagi populasi yang menua.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Pemanfaatan Teknologi dalam Penanganan Demensia

Pemerintah Jepang mulai menerapkan teknologi sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini. Salah satu inovasi adalah penggunaan sistem berbasis GPS untuk membantu pelacakan lansia yang hilang, sehingga memudahkan pencarian dengan notifikasi real-time.

Contoh lainnya adalah aiGait, teknologi yang dikembangkan oleh Fujitsu dan Acer Medical, yang menganalisis postur dan pola berjalan lansia untuk mendeteksi demensia secara dini. Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu masalah sosial yang mendesak.

Inovasi Sosial dan Peran Komunitas

Selain teknologi, intervensi sosial memainkan peran penting dalam membantu lansia demensia. Restaurant of Mistaken Orders di Tokyo adalah contoh keberhasilan untuk memberikan ruang sosial bagi penyintas demensia.

Seorang pelayan di kafe tersebut menyatakan, "Setiap orang berbeda—dan itulah yang membuatnya menyenangkan," menegaskan pentingnya kehadiran hubungan antarmanusia dalam mendukung kesehatan mental penyintas. Inisiatif ini menunjukkan bahwa keterlibatan komunitas dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU