Organisasi penggemar sepak bola, Football Supporters Europe, mendesak FIFA untuk menghentikan penjualan tiket Piala Dunia 2026 akibat harga yang selangit.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Harga tiket mencapai hampir US$9.000 untuk kursi premium di final, mengancam akses bagi para pendukung yang ingin menyaksikan turnamen tersebut.
Tingginya Biaya Tiket Piala Dunia 2026
Penetapan harga tiket Piala Dunia 2026 oleh FIFA menuai banyak kritik. Harga tiket untuk pertandingan final di Stadion MetLife, New York, mencapai US$8.680, yang merupakan peningkatan signifikan dibanding sekitar US$1.600 untuk kategori yang sama di Piala Dunia 2022 di Qatar.
Menurut data dari federasi sepak bola Jerman, Inggris, dan Kroasia, para penggemar yang ingin menyaksikan seluruh rangkaian pertandingan dari babak penyisihan grup hingga final akan dihadapkan pada biaya sekitar US$6.900 melalui saluran resmi.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Reaksi Penggemar dan Pihak Terkait
Football Supporters Europe menjelaskan bahwa harga tiket yang ditetapkan FIFA adalah 'pengkhianatan monumental' terhadap tradisi turnamen. Mereka menyerukan konsultasi mendesak sebelum penjualan tiket dilanjutkan, menyusul pengumuman harga yang disampaikan pada 11 Desember 2025.
Ronan Evain, Direktur Eksekutif Football Supporters Europe, mengungkapkan, "Dengan harga yang telah ditetapkan oleh FIFA, kami agak terkejut." Ia menambahkan, tiket final yang mendekati US$4.000 akan menghilangkan atmosfer stadion yang penting bagi pertandingan.
Kritik Terhadap Kebijakan Penjualan Tiket
FIFA menghadapi kritik bukan hanya terkait harga tiket, tetapi juga cara penetapan harga yang dianggap tidak transparan. Pertandingan pembuka antara Inggris dan Kroasia, misalnya, dibanderol dengan harga US$523 untuk kursi di belakang gawang, sementara harga untuk pendukung Skotlandia lebih murah, menciptakan apa yang disebut sebagai sistem dua tingkat.
Henry Winter, seorang penulis sepak bola dari Inggris, juga mengingatkan bahwa tingginya biaya tiket berisiko menciptakan suasana yang kurang mendukung. Ia berujar, "Mengecualikan pendukung bersemangat berisiko mengubah kompetisi menjadi 'Permainan Korporat' yang dapat membuat penyiar menghadapi kursi kosong."
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: