Senin, 15 DESEMBER 2025 • 16:35 WIB

Mengenal Ngantuk Saat Berkendara dan Risiko Highway Hypnosis

Author

Mengenal Ngantuk Saat Berkendara dan Risiko Highway Hypnosis

Mengantuk saat berkendara di jalan tol menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan beruntun, yang sering kali tidak disadari oleh banyak pengemudi.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Fenomena yang disebut highway hypnosis dapat mengakibatkan hilangnya fokus tanpa disadari, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Penyebab Ngantuk Saat Berkendara

Menurut Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, ngantuk saat berkendara dapat muncul dari berbagai faktor, termasuk rasa bosan, kelelahan fisik, dan kondisi kesehatan pengemudi.

"Ngantuk itu banyak macam. Ada karena monoton (melihat jalan), keletihan, ada juga karena sakit," kata Jusri. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda kelelahan dan beristirahat secara teratur.

Istirahat yang tepat sangat dianjurkan, terutama setiap dua jam perjalanan agar pengemudi tetap sadar saat berada di belakang kemudi.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Strategi Mengurangi Risiko Kecelakaan

Jusri mengingatkan bahwa pengemudi sebaiknya membatasi waktu akumulasi berkendara, dengan tidak mengemudikan kendaraan lebih dari 10 jam dalam satu hari.

Jika tidak, ada risiko meningkatnya kejadian micro sleep yang dapat berujung pada kecelakaan. Selain itu, kualitas tidur saat beristirahat juga sangat penting.

Istirahat yang berkualitas dapat dilakukan dengan cara tidur sejenak tanpa gangguan. "Tidur adalah istirahat terbaik, dan tidak ada istirahat yang berkualitas melebihi tidur," tambahnya.

Fenomena Highway Hypnosis

Jusri juga menjelaskan tentang fenomena highway hypnosis, di mana pengemudi masih membuka mata dan memegang setir, tetapi kehilangan fokus.

"Highway hypnosis itu kayak roll film yang tiba-tiba ada bagian putus. Pengemudi sadar-sadar langsung ngerem karena kaget lihat lampu rem mobil di depan," jelasnya.

Untuk menghindari kondisi berbahaya ini, pengemudi disarankan untuk menstimulus otaknya selama perjalanan. Metode yang disarankan termasuk mendengarkan musik, membuka jendela mobil, dan aktif membaca situasi sekitar.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU