Hujan deras yang mengguyur Bali pada akhir pekan lalu menyebabkan banjir parah, menelan satu korban jiwa dan memaksa puluhan turis untuk dievakuasi. Ketinggian air di beberapa area bahkan mencapai pinggang orang dewasa.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Tim penanggulangan bencana bekerja keras untuk mengevakuasi warga yang terjebak, menggunakan perahu karet untuk menjangkau daerah yang paling parah terdampak.
Kondisi Banjir di Denpasar dan Badung
Kawasan Denpasar dan Badung mengalami genangan air yang cukup parah, terutama di Jalan Kunti 2, Seminyak. Sejumlah 20 warga berhasil dievakuasi dari Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Badung.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, Agung Surya, mengungkapkan bahwa proses evakuasi sudah dimulai sejak dini hari meskipun beberapa warga lebih memilih untuk bertahan di rumah.
"Mereka tidak mau dievakuasi. Padahal ada rumah warga yang cuma satu lantai, tetapi mereka memilih bertahan karena lahannya lebih tinggi," kata Agung.
Meskipun proses penyedotan genangan air telah dilakukan, debit air yang masih tinggi menghambat pemulihan situasi normal di daerah tersebut.
Kematian Seorang WNA
Seorang perempuan warga negara asing ditemukan tewas di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kuta Utara. Korban terseret arus banjir saat mengendarai sepeda motor.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan, "Korban seorang WNA yang belum diketahui identitasnya telah terseret arus banjir saat melintas di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung."
Tim pencarian yang tergabung dalam Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar terlibat dalam proses pencarian jenazah korban. I Nyoman Sidakarya, kepala kantor tersebut, menyatakan bahwa korban ditemukan dalam keadaan tersangkut di gorong-gorong.
"Proses evakuasi dihadapkan dengan debit air yang tinggi, sehingga tim gabungan berupaya secepat mungkin mengevakuasi korban," ujarnya.
Evakuasi Turis Asing
Puluhan turis asing terpaksa dievakuasi dari vila mereka yang terendam banjir di Denpasar. Salah satu wisatawan, Latai dari Australia, mengungkapkan bahwa air di vila tempatnya menginap mencapai setinggi paha orang dewasa.
"Kami tadi dievakuasi karena banjir. Tapi kami sudah pesan vila lain," kata Latai saat menceritakan pengalamannya.
Sementara itu, turis asal China, Amy, mengalami kerugian akibat barang elektroniknya rusak terkena air. Meskipun air telah masuk ke dalam bangunan, Amy memilih untuk tetap tinggal di vila.
"Saya banyak barang bawaan di vila. Ada baju dan barang lainnya. Jadi saya tidak pindah," ungkap Amy ketika menjelaskan keadaannya.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: