Senin, 15 DESEMBER 2025 • 13:56 WIB

Serangan Mengerikan di Pantai Bondi: Ayah dan Anak Terduga Pelaku Dikenal

Author

Serangan Mengerikan di Pantai Bondi: Ayah dan Anak Terduga Pelaku Dikenal

Dua pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, yang menyebabkan 15 orang tewas, telah teridentifikasi sebagai ayah dan anak asal Pakistan.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Sajid Akram, 50 tahun, dan putranya, Naveed Akram, 24 tahun, terlibat dalam insiden yang dinyatakan sebagai serangan teroris ini pada malam perayaan Hanukkah.

Kronologi Serangan di Pantai Bondi

Penembakan berlangsung pada Minggu malam saat lebih dari 1.000 orang menghadiri perayaan Hanukkah di Pantai Bondi. Saksi mata melaporkan bahwa serangan ini berlangsung selama sekitar 10 menit dan memicu kepanikan di kawasan yang ramai.

Polisi New South Wales mengonfirmasi bahwa Sajid Akram ditembak mati dalam upaya penangkapan, sementara putranya, Naveed Akram, terluka berat dan sedang mendapatkan perawatan medis. Insiden ini menjadi salah satu penembakan paling mematikan dalam hampir tiga dekade di Australia meskipun negara ini dikenal dengan undang-undang pengendalian senjata yang ketat.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Identitas dan Latar Belakang Pelaku

Kedua pelaku, Sajid dan Naveed Akram, dilaporkan adalah warga negara Pakistan yang tinggal di Australia. Pejabat intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa keduanya memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris.

Sebuah foto lisensi mengemudi Sajid Akram beredar di media sosial, menarik perhatian publik terhadap tindakan mereka. Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, menekankan pentingnya penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam serangan ini.

Reaksi dan Tanggapan Pihak Berwenang

Pemerintah Australia mengecam keras serangan ini dan mengutuk setiap tindakan kekerasan yang merenggut banyak nyawa. Dalam pernyataan resmi, mereka menyatakan: "Kami berdiri bersama komunitas Yahudi dan seluruh warga Australia dalam menghadapi tragedi ini."

Layanan keamanan Australia sedang meninjau kembali protokol keamanan untuk acara publik, terutama yang melibatkan komunitas berisiko tinggi. Pejabat juga mengingatkan masyarakat untuk waspada dan melaporkan jika melihat sesuatu yang mencurigakan.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU