Minuman energi, yang sering dipandang sebagai solusi cepat untuk mendapatkan tenaga, ternyata sarat risiko kesehatan yang serius. Sebuah laporan mengejutkan mengungkapkan bahwa konsumsi delapan kaleng energy drink per hari oleh seorang pria sehat dapat menyebabkan stroke.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Kasus ini terungkap dalam laporan BMJ Case Reports, menyoroti bahaya kafein berlebih, meskipun sebelumnya pria tersebut tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya. Situasi ini mengingatkan kita akan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi minuman berkafein.
Kasus Stroke Terkait Konsumsi Energy Drink
Seorang pria berusia sekitar 50 tahun di Inggris mengalami kolaps tiba-tiba dan kerusakan otak permanen setelah rutin mengonsumsi delapan kaleng energy drink setiap hari. Riwayat medis pria tersebut tidak menunjukkan adanya penyakit berbahaya sebelumnya, sehingga kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang penyebabnya.
Setelah dilacak, diketahui bahwa pria tersebut mengonsumsi lebih dari 1.200 mg kafein sehari, jauh di atas batas aman untuk orang dewasa. Laporan medis ini menunjukkan bagaimana konsumsi berlebihan dapat berakibat fatal meski seseorang tampak sehat.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Dampak Kafein pada Kesehatan
Kondisi pria tersebut semakin memburuk akibat lonjakan tekanan darah ekstrem, yang mencapai 254/150 mmHg. Tekanan darah yang tinggi ini memicu stroke pada bagian thalamus otak, mengakibatkan gejala serius seperti kehilangan keseimbangan, mati rasa, dan kesulitan berbicara.
Meskipun telah mendapatkan perawatan darurat, masalah tekanan darah kembali muncul dalam beberapa hari. Keadaan ini menuntut para tenaga medis untuk menyelidiki lebih lanjut alasan di balik kondisi pria tersebut.
Regulasi Konsumsi Energy Drink yang Diperlukan
Laporan medis mendapati bahwa kadar kafein dan gula yang tinggi dalam energy drink dapat memicu penyempitan pembuluh darah dan peningkatan risiko penggumpalan darah. CT angiogram menunjukkan adanya spasme pembuluh darah, menambah bukti adanya gangguan vasokonstriksi serebral yang dapat berujung pada stroke.
Menyikapi meningkatnya tren konsumsi energy drink, para ahli menekankan perlunya regulasi lebih ketat terkait penjualan dan promosi minuman ini, terutama yang menyasar kelompok usia muda. Hal ini penting untuk mencegah potensi risiko kesehatan yang lebih luas.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: