Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 11:39 WIB

Fenomena Halu Setelah Anestesi: Memahami Efek Samping yang Tidak Berbahaya

Author

Fenomena Halu Setelah Anestesi: Memahami Efek Samping yang Tidak Berbahaya

Pasien yang mengalami halusinasi atau berbicara melantur setelah menjalani anestesi merupakan efek samping yang dapat terjadi pada sebagian orang, namun ini tidak berbahaya.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Ahli menjelaskan bahwa meskipun sering viral di media sosial, kondisi ini bisa dipahami dengan lebih baik jika diteliti secara medis.

Apa Itu Efek Halu Setelah Anestesi?

Fenomena pasien 'halu' setelah anestesi menjadi bahasan hangat di kalangan masyarakat. Spesialis anestesiologi Reno Yonora menjelaskan bahwa efek ini tidak dialami oleh semua pasien.

Terjadinya efek halu ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan pasien, jenis anestesi yang diberikan, serta lama tindakan medis yang dilakukan.

Beberapa obat anestesi dapat menyebabkan efek disosiasi, membuat pasien merasa terpisah dari pikiran dan identitas mereka. Reno menekankan bahwa ini adalah reaksi yang bisa dipahami dalam konteks medis.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Faktor yang Mempengaruhi Munculnya Efek Halu

Menurut Reno, tidak semua jenis anestesi menyebabkan efek halusinasi. Misalnya, obat seperti ketalar memiliki potensi untuk memicu efek disosiasi.

Kondisi kesehatan sebelum prosedur juga berperan penting. Pasien dengan penyakit tertentu dapat lebih rentan mengalami efek ini.

Karenanya, keputusan untuk menggunakan anestesi perlu didasarkan pada pertimbangan medis yang cermat.

Mengatasi Kecemasan Pasien Sebelum Anestesi

Menanggapi meningkatnya kecemasan di kalangan pasien mengenai efek halu, Reno menyarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani prosedur.

Dokter dapat menjelaskan seluruh proses anestesi, risiko yang mungkin muncul, dan pilihan obat yang tersedia. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi rasa takut pasien.

Pemberian anestesi dilakukan dengan standar keamanan yang ketat, sehingga pasien yang mendapatkan izin untuk prosedur dapat merasa lebih tenang.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU